Komunitas Renjana Bakti Nusantara membuka wadah atau volunteer bagi anak muda (baca: mahasiswa) dengan menggelar keseruan melalui kegiatan melukis topi dan meronce bersama anak-anak penderita kanker Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Yogyakarta, Rumah Kita, pada Minggu (7/7).
Kepekaan dan Bersyukur
Komunitas Renjana Bakti Nusantara berkomitmen dalam lingkup geraknya untuk selalu menebar kebaikan dan berbuat baik di setiap hari dan di setiap sudut. Salah satunya adalah dengan peduli anak penderita kanker
Bekerja sama dengan YKAKI Yogyakarta, Renjana Bakti Nusantara membuka kesempatan bagi mahasiswa Yogyakarta yang ingin menambah pengalaman baru sekaligus menumbuhkan kepekaan di lingkungan sosial sekeliling mereka, khususnya pada anak-anak penderita kanker di Yogyakarta.
Acara dimulai di pagi hari. Pengurus dan panitia pelaksana datang lebih awal untuk mempersiapkan acara dan untuk menyapa Rumah Kita terlebih dahulu.
Kemudian, berselang 30 menit selanjutnya, volunteer mulai berdatangan. Saat kedatangan kami, anak-anak terlihat sumringah, terlihat mereka sudah berkumpul di ruang tengah, sambil sesekali bermain dengan sebayanya.
Lanjut Daffa (22), selaku ketua Komunitas Renjana Bakti Nusantara, menyampaikan bahwa volunteer yang ingin mengikuti kegiatan ini juga berfungsi untuk menambah dan meningkatkan perasaan mereka, dan memang untuk kehadiran mereka di acara ini, agar volunteer dapat lebih bersyukur.
“Hadir di sini, kita akhirnya bisa melihat banyak sekali hal-hal yang mungkin tidak seberuntung mereka gitu (baca: anak-anak penderita kanker)”, jelas Daffa.
Selain volunteer, Faris (21), selaku ketua pelaksana ‘Melukis Senyum Pejuang Kecil’, kedatangan Renjana Bakti Nusantara dan pengadaan volunteer berfungsi untuk menghibur anak-anak penderita kanker yang sedang dalam masa pengobatan. Dengan demikian, mereka senantiasa tetap semangat dalam menjalani hidup dan semangat untuk sembuh terus hidup.
Hevi, salah satu guru sekolah di YKAKI Yogyakarta, yang saat itu hadir, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kedatangan teman-teman Komunitas Renjana Bakti Nusantara yang sudah berkunjung ke yayasan.
Kedatangan komunitas ini dapat menjadi obat bagi yang sakit dan memberikan hiburan ke adik-adik yang sedang menjalani pengobatan.
"Karena mungkin, kebahagian itu adalah obat," Sebut Hevi saat diwawancarai.
Hevi berharap kunjungan ini bukan menjadi kunjungan yang terakhir, tapi dapat berlanjut di kegiatan selanjutnya. Lanjutnya, ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat positif. Lebih-lebih, komunitas ini bisa menjadi besar karena terdiri dari unsur mahasiswa di berbagai universitas di Yogyakarta.
“Karena jujur, pasien yang sedang pengobatan di sini itu, mereka agak terisolasi karena penyakit mereka. Maksudnya terisolasi itu demi kebaikan mereka,” tambah Hevi.
Dengan demikian, anak-anak tetap dapat beraktivitas selayaknya, yang mana tidak mengakibatkan kurang bagus untuk masa pengobatan mereka (baca: anak-anak penderita kanker).
Ata (20), mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) salah seorang volunteer di kegiatan kali ini, terkesan pada kegiatan yang diinisiasi oleh Renjana Bakti Nusantara.
Ata merasa telah mendapatkan sesuatu yang baru, baik itu teman, pengalaman, dan sesuatu yang dapat dipelajari, salah satunya adalah kegiatan 'Melukis Senyum Pejuang Kecil'. Senada dengan Ata, Risti (21) Mahasiswa UII juga turut menyampaikan, kegiatan ini bermanfaat untuk dirinya.
"Mungkin kalau misalkan gak ada acara renjana hari ini, kita gak bakal kepikiran untuk membuat acara yang sama," kata Risti.
Acara diakhiri dengan cap tangan menggunakan cat volunteer, anak-anak, dan juga pengurus. Kemudian dilanjut dengan foto bersama, pemberian hadiah, dan sekaligus plakat.
Akhir kata, teriring doa dan semangat buat adik-adik penderita kanker, khususnya yang sedang menjalani masa pengobatan di YKAKI Yogyakarta.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


