#WritingChallengeKawanGNFI #CeritadariKawan #NegeriKolaborasi #MakinTahuIndonesia
Warga lokal Gunungkidul tentu tidak asing dengan makanan belalang goreng. Belalang goreng untuk warga lokal ini sering dijadikan camilan atau lauk untuk makan sehari-hari. Belalang goreng bagi warga lokal Gunung Kidul memiliki rasa gurih dan renyah.
Belalang goreng atau disebut walang goreng oleh warga lokal Gunung Kidul sudah jadi makanan favorit secara turun temurun. Warga Gunung Kidul telah lama mengonsumsi belalang karena dulu banyak ditemukan belalang di Gunung Kidul.
Belalang goreng yang menjadi favorit warga Gunung Kidul justru dianggap kuliner ekstrem wisatawan. Meski dikenal kuliner ekstrem, banyak wisatawan yang berburu kuliner khas Gunung Kidul ini untuk oleh-oleh. Belalang memang jarang diolah jadi makanan di daerah lain kadang dianggap sebagai hama.
Belalang goreng di Gunung Kidul tak susah mencarinya. Belalang goreng sering dijual di Jalan Jogja-Wonosari tepatnya di Desa Bunder, Kecamatan Patuk atau di wilayah Semanu menuju ke Wonogiri. Jika liburan ke Gunungkidul, Kawan GNFI bisa mendapatkan belalang goreng di tempat tersebut dan juga toko oleh-oleh.
Biasanya wisatawan sering berburu belalang goreng saat lebaran. Ada dua pilihan rasa yang bisa dipilih oleh Kawan GNFI yaitu rasa pedas dan gurih. Kawan GNFI juga bisa melihat langsung penggorengan belalang di tempat.
Menurut Detik.com, pedagang di Gunung Kidul kini mendatangkan bahan mentah dari luar daerah seperti Kulon Progo, Cilacap, dan Kebumen. Belalang di Gunung Kidul sekarang susah dicari karena banyaknya masyarakat yang berburu belalang.
Manfaat Belalang Bagi Kesehatan
Dikutip dari Halodoc, menurut profesor dari IPB yaitu Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman, MS, PhD mengungkapkan nutrisi dalam belalang juga tidak kalah penting. Kandungan nutrisi tersebut antara lain protein, vitamin, asam lemak dan mineral.
Setidaknya ada enam khasiat makan belalang menurut Halodoc:
Menurunkan Kolesterol
Pertama, belalang bisa menurunkan kolesterol karena memiliki rendah mineral dan kolesterol. Belalang bisa jadi solusi untuk Kawan GNFI yang memiliki masalah dengan tingkat kolesterol.
Mencegah Penuaan Dini
Kandungan protein belalang yang tinggi membantu proses regenerasi sel sehingga menghambat penuaan dini.
Merawat Tulang dan Gigi
Belalang selain kaya protein juga kaya akan kalsium. Jenis mineral yang terkandung tersebut antara lain kalsium, magnesium, potasium, sodium, fosfor, zat besi, zinc, mangan, dan tembaga. Dengan makan belalang, kepadatan tulang dan gigi akan terawat dengan baik, bahkan dapat mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil. Konsumsi yang dilakukan secara jangka panjang juga disinyalir mampu mencegahmu dari osteoporosis.
Mengobati Luka
Belalang yang kaya akan nutrisi membantu menetralisir racun tubuh. Makan belalang bisa membantu penyembuhan luka dengan cepat seperti sengatan lebah, bahkan kalajengking. Tak hanya itu, mengonsumsi belalang juga dapat mempercepat proses penyembuhan dan menghilangkan ruam di kulit.
Mencerdaskan Otak
Tingginya kandungan protein dalam belalang membantu anak untuk tumbuh dan berkembanng. Protein yang tercukupi akan membantu otak anak memproses dan menerima pesan dari saraf dengan cepat, sehingga penyerapan informasi akan menjadi lebih mudah.
Baik untuk Bayi dalam Kandungan
Kandungan protein yang tinggi dalam belalang penting untuk otak janin. Tidak hanya itu, kandungan mineral dan vitamin yang lengkap, serta asam lemak esensial juga penting untuk perkembangannya. Ibu hamil bisa makan belalang sesuai anjuran dokter.
Perlu diingat Kawan GNFI, belalang yang boleh dikonsumsi adalah jenis belalang kayu. Jika kamu belum yakin memasak sendiri belalang di rumah silahkan berburu belalng goring di Gunungkidul.
Belalang Halal Dikonsumsi?
Menurut HalalMUI, belalang termasuk jenis serangga yang halal dikonsumsi. Ketua Bidang Dakwah, Asrorun Niam Sholeh mengatakan belalang dalam keadaan mati termasuk ke dalam kategori bangkai yang halal dikonsumsi, seperti halnya ikan. Secara khusus, Al-Qur’an tidak menyebutkan keharaman belalang. Namun, hadits dari Ibnu Umar ra. menyatakan bahwa belalang termasuk hewan yang boleh dikonsumsi.
“Dihalalkan bagi kami dua bangkai dan dua darah. Adapun dua bangkai yang dihalalkan ialah ikan dan belalang. Sedangkan dua darah yang dihalalkan ialah hati dan limpa.” (H.R. Ahmad, Ibnu Majah, Ad-Daru Quthni dan At-Tirmidzi).
Menurut Asrorun Niam Sholeh, sudah ada Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor Kep-13/MUI/ IV/Tahun 2000 tentang Makan dan Budidaya Cacing dan Jangkrik. Dalam fatwa tersebut, menempatkan belalang seperti halnya jangkrik, yaitu sejenis serangga yang boleh (mubah/ halal) dikonsumsi sepanjang tidak menimbulkan kerugian (mudharat).
Kesimpulan dari MUI, menangkap, membudidayakan hingga memakannya hukumnya boleh atau mubah. Makan belalang hukumnya halal menurut MUI. Gimana Kawan GNFI, tertarik mencoba belalang goreng?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


