Sejumlah tiang proyek monorel yang selama puluhan tahun di Jalan Rasuna Said, Kuningan, telah berhasil dibongkar. Penataan ini dilakukan untuk mengembalikan hak pejalan kaki atas trotoar yang lapang dan aman sehingga masyarakat dapat beraktivitas di kawasan Kuningan dengan lebih nyaman tanpa terganggu struktur bangunan yang terbengkalai.
Di beberapa titik pengerjaan, para petugas berseragam kuning dari Dinas Bina Marga terlihat sibuk merapikan permukaan trotoar yang sebelumnya ditempati oleh fondasi beton. Area bekas tiang tersebut kini mulai diratakan dan ditutup menggunakan lapisan pasir serta pemasangan keramik baru agar kembali menyatu dengan jalur pedestrian di sekitarnya.
“Pengerjaannya akan dilakukan malam hari. Dengan demikian tidak ada penutupan jalur, dan mudah-mudahan saya sudah minta ke Bina Marga dan Perhubungan untuk pengaturan lalu lintas agar tak macet. Karena ini jalan utama kita. Selain pembongkaran tiang, pemerintah daerah merencanakan penataan menyeluruh, mencakup perbaikan badan jalan, saluran air, jalur pedestrian, hingga pembangunan taman untuk mempercantik kawasan,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Rangkaian penataan trotoar ini direncanakan berjalan secara bertahap seiring dengan target pembongkaran 109 tiang yang dijadwalkan selesai dalam tiga bulan ke depan. Fokus utama proyek ini tidak hanya pada pembersihan material beton, tetapi juga pada peningkatan kualitas fasilitas penunjang seperti penerangan jalan umum dan perbaikan drainase.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


