Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Héctor Souto, mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan skuat Garuda melaju ke babak semifinal AFF Futsal 2026 sebagai juara grup.
Selain raihan poin, kemenangan atas Australia juga menjadi bukti bahwa investasi pada pemain muda mulai menunjukkan hasil nyata di panggung internasional.
Souto menyebutkan bahwa keberaniannya menurunkan pemain berusia 20 hingga 22 tahun adalah bagian dari strategi jangka panjang untuk memberikan harapan baru bagi masa depan futsal tanah air.
Ia ingin prestasi ini menjadi inspirasi bagi anak-anak berusia 13-15 tahun agar percaya bahwa mereka bisa menjadi penggawa tim nasional di masa depan.
"Kami ingin memberikan harapan baru bagi pemain muda. Pemain nasional terbuka untuk semua orang, dan hari ini mereka menunjukkan bahwa dengan kesempatan, talenta itu muncul dan berkompetisi dengan baik," ujar Souto.
Mengenai taktik di lapangan, Souto membeberkan rahasia kebugaran timnya yang tidak hanya mengandalkan segelintir pemain. Ia menerapkan rotasi 12 pemain secara aktif sepanjang turnamen untuk menjaga intensitas permainan.
Meski sempat ada masalah fisik kecil pada beberapa pemain, Souto memastikan kondisi skuat saat ini sangat baik dan siap menghadapi detail taktis di sesi latihan berikutnya.
Walapun puas dengan hasil yang dicapai, Souto tetap memberikan catatan terkait konsistensi permainan, terutama di 10 menit terakhir pertandingan.
Menurutnya, ada beberapa kesalahan elementer dalam bertahan yang sempat dimanfaatkan Australia untuk mencetak gol. Baginya, kesalahan tersebut adalah bagian dari proses pendewasaan para pemain muda yang masih butuh jam terbang.
Tanpa tekanan karena target awal sudah tercapai, Héctor Souto kini fokus mematangkan strategi untuk menghadapi tantangan di fase gugur, sembari berharap dukungan penuh dari masyarakat futsal Indonesia terus mengalir.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


