Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadwalkan perhelatan budaya Lebaran Betawi ke-18 pada pertengahan April mendatang. Acara tahunan tersebut akan berlangsung selama tiga hari mulai Jumat (10/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026) di kawasan bersejarah Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, menyatakan bahwa agenda ini merupakan sarana penting untuk memperkokoh persatuan masyarakat pasca-Idulfitri. Selain sebagai ajang silaturahmi, perayaan ini juga dirancang untuk menjaga keberlangsungan tradisi lokal di tengah perkembangan zaman.
“Lebaran Betawi bukan sekadar perayaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan, mempererat kebersamaan, serta melestarikan nilai-nilai budaya Betawi sebagai identitas Jakarta. Ini menjadi ruang bersama bagi masyarakat untuk bersilaturahmi, merawat tradisi, sekaligus memperkuat persatuan warga dalam suasana hari raya,” ujar Uus di Jakarta, Jumat (3/4).
Penyelenggaraan tahun ini mengusung tema Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global. Agenda ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta dengan Bamus Betawi, Majelis Kaum Betawi, serta berbagai pemangku kepentingan terkait guna menghadirkan ruang budaya yang inklusif.
Uus menambahkan bahwa pemilihan lokasi di Lapangan Banteng didasarkan pada signifikansi sejarah dan kapasitas area yang memadai untuk menampung pengunjung dalam jumlah besar. “Lapangan Banteng dipilih karena memiliki nilai sejarah dan merupakan salah satu ikon Jakarta. Selain itu, lokasinya strategis dan memadai untuk kegiatan budaya berskala besar,” jelasnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


