Pemerintah menargetkan penyelesaian pembangunan 101 unit Sekolah Rakyat permanen tahap dua di berbagai wilayah Indonesia pada 20 Juni 2026.
Target ini ditetapkan agar fasilitas pendidikan tersebut siap digunakan untuk menyambut tahun ajaran baru 2026/2027 yang dimulai pada Juli mendatang. Saat ini, pembangunan fisik telah mencakup 104 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia, termasuk daerah tertinggal dan kepulauan.
Berdasarkan data per 23 Maret 2026, progres fisik pembangunan secara nasional telah mencapai 17,04 persen.
Sebaran lokasi mencakup 40 titik di Pulau Jawa, 26 di Sumatera, serta beberapa titik di Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.
Meski secara umum berjalan lancar, pemerintah masih menghadapi kendala lapangan terkait masalah lahan di Aceh Singkil serta akses jalan di Lampung Timur yang kini sedang dalam tahap koordinasi intensif dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah.
"Pada awal tahun 2026, dari 104 lokasi, sebanyak 101 lokasi Sekolah Rakyat permanen tahap dua sudah proses pembangunan dan dijadwalkan selesai pada 20 Juni 2026," ujar Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari.
Program Sekolah Rakyat ini dirancang khusus untuk melayani masyarakat pada kategori desil 1 dan 2 dengan kapasitas 1.080 siswa per unit sekolah
Untuk mendukung operasionalnya, pemerintah telah menyiagakan 2.304 guru serta 4.760 tenaga kependidikan dan medis.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


