Sepuluh anak dari berbagai lingkungan rentan di Jakarta terpilih mewakili Indonesia dalam ajang sepak bola Street Child World Cup (SCWC) 2026 di Mexico City, Meksiko. Tim yang dinamai Garuda Baru ini akan bertolak pada Mei mendatang untuk membawa misi olahraga sekaligus advokasi hak anak.
Para pemain merupakan hasil seleksi ketat selama satu tahun terhadap 170 anak dari berbagai komunitas, termasuk penghuni rumah susun dan kawasan kolong tol. SCWC sendiri merupakan kompetisi sepak bola internasional empat tahunan yang menjadi wadah bagi anak-anak dengan pengalaman kerentanan sosial untuk menyuarakan hak mereka.
Kapten tim, Aryo Topan Artha Gading, menyatakan bahwa ajang ini lebih dari sekadar pertandingan fisik.
"Ini bukan hanya tentang kami bermain di Meksiko. Melalui ajang ini, saya ingin menyuarakan hak-hak anak dan menunjukkan bahwa orang muda dapat membawa perubahan positif," ujar Topan, Kamis (19/3/2026).
Senada dengan Topan, wakil kapten Samuel Steven Siagian ingin membuktikan bahwa latar belakang sulit bukan penghalang prestasi.
"Saya ingin membuktikan bahwa anak dari lingkungan seperti saya juga mampu membawa nama Indonesia," tegas Samuel.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


