PT Kereta Api Indonesia (Persero) mempercepat proyek peningkatan kapasitas layanan KRL di Stasiun Bogor lewat pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8.
Prasarana baru ini disiapkan agar dapat melayani operasional rangkaian KRL Commuter Line format 12 kereta (Stamformation 12/SF12) secara optimal guna mengurai kepadatan pengguna harian pada rute lintas Bogor.
"Dengan kesiapan SF12, kapasitas layanan dalam satu perjalanan dapat meningkat dan proses naik turun pelanggan di Stasiun Bogor dapat lebih tertata," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba.
Ia menerangkan bahwa penataan ini mencakup pengerjaan sipil, pemasangan kanopi pelindung (overcapping), hingga penguatan konektivitas integrasi antarmoda menuju Stasiun Bogor Paledang.
Rangkaian uji beban lokomotif serta uji coba laju operasi KRL telah dituntaskan sejak akhir Juni hingga awal Juli sebagai syarat kelayakan aspek keselamatan operasional.
Stasiun Bogor menempati peringkat pertama simpul pergerakan penumpang KRL Jabodetabek tertinggi yang menembus angka 18.451.462 pergerakan sepanjang semester I 2026.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


