Pemerintah Indonesia mendorong harmonisasi standar ASEAN untuk deteksi dan pelabelan konten deepfake serta disinformasi berbasis Artificial Intelligence (AI).
Inisiatif ini disampaikan dalam workshop regional di Jakarta pada, hari Rabu (4/2/2026), demi menjaga integritas penyiaran dan kepercayaan publik di kawasan.
Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Edwin Hidayat Abdullah, menekankan perlunya mekanisme deteksi deepfake yang terintegrasi lintas negara ASEAN.
"Kita perlu mekanisme yang dapat dioperasikan di seluruh ASEAN untuk mendeteksi dan menandai deepfake. Karena kita tahu, lanskap regulasi yang terfragmentasi hanya menguntungkan pelaku kejahatan," ujarnya, dikutip dari infopublik.id.
Tanpa adanya standar seragam, upaya melawan disinformasi berisiko gagal dan dimanfaatkan oleh pihak jahat.
Edwin menilai AI sebagai kekuatan besar yang tak bisa dilawan, tapi harus diintegrasikan secara strategis dengan tata kelola yang jelas.
"AI ini kan kekuatannya sangat besar sekali, tidak bisa dilawan. Meskipun memang AI membawa bahaya, banyak manfaatnya yang bisa diterima dan yang dibutuhkan adalah integrasi strategis dengan tata kelola yang jelas agar teknologi benar-benar melayani masyarakat," tambahnya.
Workshop bertajuk "Broadcasting in the Age of AI Disruption" ini melibatkan regulator penyiaran Asia Tenggara untuk membahas isu ini.
Sektor penyiaran disebut instrumen kunci edukasi publik soal AI untuk menekan kesenjangan digital. Edwin menekankan bahwa penyiaran inklusif bisa menyebarkan manfaat AI ke semua lapisan masyarakat, sambil mencegah hoaks.
Komdigi juga mendesak platform global untuk menyediakan alat deteksi konten AI guna melindungi anak-anak dan memblokir hoaks.
Dalam kesepakatan tersebut, ASEAN juga telah memiliki Panduan dalam Tata Kelola dan Etika AI, Kelompok Kerja AI, serta Peta Jalan AI yang bertanggung jawab sepanjang 2025-2030.
Edwin mengapresiasi langkah ini sebagai fondasi kebijakan selaras. Indonesia tak biarkan ruang digital bebas aturan, dengan regulasi tegas yang mencegah penyalahgunaan AI.
Pameran ini mengajak ASEAN untuk membangun ekosistem digital yang aman, transparan, dan bermanfaat. Upaya kolektif ini diharapkan meminimalisasi risiko deepfake di era AI.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


