Tiang-tiang beton yang selama ini menjadi pemandangan mangkrak di jantung kota Jakarta akhirnya akan segera disingkirkan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa proses pembongkaran tiang monorel tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada minggu ketiga bulan Januari 2026. Keputusan ini diambil sebagai tindak lanjut dari rencana yang sudah disusun sejak tahun lalu untuk membersihkan sisa-sisa proyek yang tidak berlanjut.
Apa yang membuat langkah ini menjadi sangat pasti adalah batas waktu satu bulan yang diberikan kepada pemilik aset telah terlewati. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya sudah menerbitkan surat resmi yang meminta pemilik tiang untuk melakukan pembongkaran secara mandiri.
Karena tidak ada pergerakan signifikan dari pihak terkait sehingga pemerintah memutuskan untuk mengeksekusi sendiri pembongkaran tersebut guna menata kembali keindahan dan kelancaran arus lalu lintas di kawasan Kuningan.
Tiang-tiang yang berada di ruas Jalan Rasuna Said tersebut diketahui merupakan milik PT Adhi Karya Tbk. Berdasarkan catatan laporan keuangan perusahaan, aset eks proyek kereta monorel Jakarta ini memiliki nilai awal mencapai Rp132 miliar namun nilainya terus mengalami penyusutan drastis seiring berjalannya waktu. Meskipun menjadi aset persediaan jangka panjang bagi perusahaan tetapi keberadaannya di ruang publik sudah lama dianggap mengganggu estetika kota.
Dengan dimulainya pembongkaran ini maka kawasan Rasuna Said diharapkan bisa terlihat lebih bersih dan tertata dalam beberapa bulan ke depan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


