Kementerian Sosial bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional menjalin kerja sama untuk memperkuat kesehatan mental para murid Sekolah Rakyat. Kolaborasi antarlembaga ini berfokus pada pendampingan psikologis serta penanganan masalah keremajaan sejak dini.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyampaikan bahwa para siswa Sekolah Rakyat memiliki latar belakang sosial yang beragam. Kondisi ini membutuhkan perhatian khusus melalui sinergi lintas kementerian untuk menjaga kesejahteraan mental anak didik.
Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menyiapkan program Pusat Informasi dan Konseling Remaja di lingkungan sekolah. Skema ini menghadirkan konselor sebaya agar para murid lebih terbuka dalam menceritakan persoalan pribadi mereka.
Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menjelaskan bahwa remaja cenderung merasa nyaman berdiskusi dengan teman seusia. Pelatihan konselor sebaya menjadi sarana pendeteksian dini sebelum gangguan kesehatan mental berkembang lebih berat.
Siswa yang membutuhkan penanganan khusus akan dirujuk ke lembaga profesional atau psikolog pendamping. Organisasi Generasi Berencana turut disiapkan sebagai wadah pendampingan lanjutan bagi para murid.
Kedua kementerian sedang mematangkan konsep teknis serta rencana uji coba di beberapa Sekolah Rakyat sebelum penandatanganan nota kesepahaman. Langkah ini ditargetkan mulai berjalan penuh pada tahun ajaran baru.
"Anak-anak yang ada di Sekolah Rakyat berada dalam lingkungan yang berbeda sehingga kita lihat apa saja yang bisa dikolaborasikan," kata Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


