Lonjakan signifikan jumlah pengguna KRL Jabodetabek di lintas Bogor Line mendorong urgensi perluasan elektrifikasi hingga ke wilayah Sukabumi.
Berdasarkan data PT Kereta Api Indonesia (Persero), jumlah pelanggan di Bogor Line terus merangkak naik dari 102 juta pada 2022 menjadi 155 juta pada 2025.
Peningkatan serupa juga terjadi pada layanan KA Pangrango lintas Bogor Paledang–Sukabumi yang mencatat lebih dari 1,1 juta penumpang pada 2025.
“Tren di lintas Bogor hingga Sukabumi menunjukkan ruang pertumbuhan yang terus terbuka. Ini menjadi bagian dari arah pengembangan layanan ke depan, termasuk melalui penguatan berbasis elektrifikasi,” ujar Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
Perpanjangan elektrifikasi hingga Sukabumi diproyeksikan memberikan dampak luas, mulai dari efisiensi waktu tempuh, penambahan kapasitas angkut, hingga frekuensi perjalanan yang lebih fleksibel.
Sektor hunian juga akan mendapatkan keuntungan langsung dari konektivitas yang semakin kuat. Dengan akses transportasi yang terjangkau, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk tinggal di kawasan penyangga yang lebih nyaman dan tertata.
Penguatan layanan berbasis elektrifikasi ini merupakan hasil kolaborasi berkelanjutan antara KAI dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


