Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang memperkuat fondasi sektor pariwisata daerah lewat strategi peningkatan kualitas pelayanan serta penguatan daya tarik destinasi guna merespons dinamika industri pariwisata modern yang menuntut standarisasi kenyamanan tingkat tinggi bagi para pengunjung.
Otoritas pariwisata setempat aktif menggandeng berbagai asosiasi kepariwisataan untuk menyelenggarakan pelatihan kompetensi serta bimbingan teknis secara berkala.
Pembinaan ditekankan pada penguatan aspek keramahan dan tata kelola destinasi guna membentuk citra positif pariwisata daerah secara berkelanjutan.
Sektor akomodasi perhotelan serta ragam kuliner lokal juga diposisikan sebagai pilar utama dalam mendongkrak perolehan pendapatan asli daerah.
Kolaborasi antara pengelola penginapan dan pelaku industri kreatif diharapkan mampu menahan perputaran uang wisatawan lebih lama di wilayah ini.
"Ketika long weekend, tingkat hunian hotel cukup tinggi karena banyak tamu luar daerah menginap. Kawasan perhotelan berkembang di Pagedangan, Cisauk, Legok, hingga Curug karena lokasinya strategis dekat Tangerang Selatan dan Jakarta,” kata Kepala Disporabudpar Kabupaten Tangerang, Ratih Rahmawati, Minggu (24/5).
Pertumbuhan kawasan akomodasi potensial kini mulai menjamur di sejumlah titik perimeter luar perkotaan yang terintegrasi dengan akses transportasi publik.
Wilayah penyangga tersebut menjadi pilihan utama tempat bermalam bagi para pelaku perjalanan bisnis maupun keluarga saat musim libur panjang tiba.
Selain sektor akomodasi, pemetaan area rekreasi mencatat kepemilikan sedikitnya 15 destinasi wisata andalan yang tersebar di wilayah pesisir hingga pedalaman.
Beberapa titik yang menjadi magnet kunjungan massal meliputi kawasan PIK, Aloha, Mangrove Muara Kosambi, Pulau Cangkir, Solear, serta Cigaru.
Tantangan terbesar pascafase viral di media sosial disiasati dengan mendorong para pengelola untuk rutin memperbarui fasilitas fisik serta menambah variasi wahana.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


