Vaksin HPV 2027 mulai dijajaki pemerintah untuk menjangkau perempuan dewasa muda berusia sekitar 21–22 tahun. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah mengupayakan perluasan program vaksinasi tersebut sebagai bagian dari upaya pencegahan infeksi Human Papillomavirus (HPV), yang dapat memicu kanker serviks.
Rencana ini belum menjadi program final. Direktur Imunisasi Kemenkes, dr. Indri Yogyaswari, yang memiliki beberapa usulan terkait dengan perluasan sasaran sedang dibahas bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Pemerintah masih perlu menyiapkan ketersediaan vaksin, logistik, serta sumber daya manusia sebelum pelaksanaan dapat dipastikan.
Program vaksinasi HPV pada tahun 2027 mendatang akan ditargetkan mulai menyasar kelompok usia yang lebih dewasa pada 2027, dengan catatan ketika program vaksin untuk perempuan usia dewasa awal mendapat persetujuan Bappenas dan Kementerian Keuangan.
Rencana distribusinya berasal dari pemerintah pusat melalui dinas kesehatan, puskesmas, hingga posyandu. Namun, vaksinasi untuk kelompok dewasa ini disebut tidak ditanggung BPJS Kesehatan.
Vaksin HPV merupakan vaksin yang membantu melindungi tubuh dari sejumlah tipe Human Papillomavirus. Pada perempuan, vaksinasi HPV berperan dalam mencegah infeksi HPV yang menjadi penyebab utama kanker leher rahim atau kanker serviks.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut vaksin HPV efektif mencegah infeksi tipe virus yang bertanggung jawab atas sebagian besar kasus kanker serviks. Vaksin ini bersifat pencegahan, bukan pengobatan untuk infeksi HPV atau kanker serviks yang sudah terjadi.
Perbedaan kategori usia juga menjadi pertimbangan dalam menentukan jumlah dosis. Menurut WHO, perempuan berusia di atas 21 tahun direkomendasikan menerima dua dosis dengan jarak enam bulan. Sementara itu, Kemenkes menyebut kebutuhan vaksin bagi orang dewasa dapat mencapai dua hingga tiga dosis.
Jadwal yang tepat tetap perlu dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan sesuai usia, kondisi, dan jenis vaksin.
Dari sisi biaya, layanan vaksin HPV di fasilitas swasta saat ini berkisar Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta per dosis berdasarkan pemantauan Kemenkes. Dengan kebutuhan dua sampai tiga dosis, biaya keseluruhan dapat berbeda pada setiap orang dan tergantung dengan fasilitas layanan.
Selain kelompok dewasa muda, Kemenkes juga tengah mengkaji kemungkinan perluasan vaksinasi bagi perempuan dengan usia yang lebih dewasa bersama Bappenas dan Kementerian Keuangan. Namun, skema sasaran, pembiayaan, serta jumlah dosis masih perlu dimatangkan.
Karena itu, rencana vaksin HPV 2027 masih perlu menunggu keputusan pemerintah. Masyarakat dapat mengikuti pengumuman resmi Kemenkes untuk mengetahui kepastian kelompok penerima, jadwal, dan mekanisme vaksinasi sebelum menentukan langkah selanjutnya.


