mengenal penampahan kearifan lokal suku sasak dalam menyambut bulan suci - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Penampahan: Kearifan Lokal Suku Sasak dalam Menyambut Bulan Suci

Mengenal Penampahan: Kearifan Lokal Suku Sasak dalam Menyambut Bulan Suci
images info

Penampahan/wikipedia


Menjelang Ramadan 2026, suasana di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, mulai berubah khidmat. Di balik persiapan fisik menyambut bulan puasa, terdapat sebuah kearifan lokal yang masih terjaga erat: Tradisi Penampahan.

Secara syariat, mandi wajib sebenarnya hanya diharuskan bagi mereka yang memiliki hadas besar. Namun, bagi masyarakat Sasak, tradisi ini melampaui sekadar aturan hukum; ia adalah simbol kesiapan batin untuk menghadap Sang Pencipta dalam kondisi suci.

Dahulu, tradisi ini lebih dikenal dengan sebutan Bebersinan. Inti dari prosesi ini adalah mandi besar atau mandi wajib yang dilakukan satu hari sebelum memasuki bulan Ramadan. Masyarakat percaya bahwa air merupakan unsur penyuci yang mampu meluruhkan segala kotoran, baik yang menempel pada raga maupun yang mengotori hati dan pikiran.

Lokasi pelaksanaannya pun beragam. Sebagian besar warga kini melakukannya di rumah, namun banyak pula yang memilih sumber air alami yang dianggap memiliki nilai sakral atau kesegaran yang murni.

Nama-nama seperti Air Terjun Sendang Gile, Kembang Kuning, hingga pemandian Sesaot menjadi saksi bisu ramainya warga yang membasuh diri. Bahkan, ada keyakinan unik bagi mereka yang mandi di laut lepas; deburan ombak diibaratkan sebagai pembersih dosa dan pelarut segala keburukan masa lalu.

Rangkaian Penampahan tidak berhenti pada basuhan air. Sejak pagi hari, prosesi dimulai dengan mandi massal, yang kemudian dilanjutkan dengan ziarah kubur ke makam keluarga atau tokoh agama setempat. Momen ini menjadi ruang refleksi untuk mengingat kematian sekaligus menghormati leluhur.

Setelah itu, warga akan saling mengunjungi tetangga dan kerabat untuk saling memaafkan—sebuah upaya membersihkan ganjalan di hati agar ibadah puasa berjalan tanpa beban sosial. Seluruh rangkaian ini ditutup dengan pengajian atau dzikir bersama, memastikan bahwa setiap individu masuk ke gerbang Ramadan dengan jiwa yang tenang, bersih, dan penuh rasa syukur.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.