Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menargetkan penyaluran rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai 350.000 unit hingga akhir 2026.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa per 15 April 2026, realisasi penyaluran FLPP telah menyentuh angka 52.125 unit. Capaian awal yang melampaui target periode tersebut dinilai dapat mengakselerasi sisa kuota yang tersedia melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Pemerintah juga meluncurkan kebijakan baru yang memberikan kemudahan akses bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya kelompok pekerja sektor informal atau pekerja dengan penghasilan non-tetap. Langkah ini diambil guna memperluas inklusi pembiayaan perumahan di seluruh pelosok Indonesia.
"Realisasi FLPP telah mencapai 52.125 unit dari target 350.000 unit tahun ini. Ini capaian awal yang baik, namun harus terus kita dorong bersama pengembang dan perbankan," ujar Maruarar Sirait, Minggu (26/4).
Hingga pertengahan April, BP Tapera mencatat total pembiayaan yang telah digelontorkan untuk mendukung program ini mencapai Rp6,22 triliun. Sebaran rumah subsidi yang telah tersalurkan kini mencakup 33 provinsi dan 364 kabupaten/kota, menunjukkan distribusi yang mulai merata di berbagai wilayah.
Guna mempercepat proses layanan, BP Tapera secara resmi mengalihkan layanan SiKasep ke aplikasi Tapera Mobile per 13 April 2026.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


