Mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tunisia sukses memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara dalam acara buka puasa bersama (iftar) mahasiswa internasional.
Kegiatan bertajuk "Iftar Jamii Tuwaliyyin" tersebut berlangsung pada 5 Maret 2026 di kawasan Menzah 6, Tunisia. Partisipasi ini menjadi ajang diplomasi budaya yang penting, mengingat acara tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai negara seperti Maroko, Palestina, dan Suriah.
Dalam sesi pertunjukan budaya, enam delegasi mahasiswa Indonesia, yaitu Muhammad Dakhlan Gazali, Anggun Dahlia, Sultan Maulana, Mohammad Galih, Keysya Atsila, dan Radina Hasna, tampil memukau dengan identitas khas Indonesia.
Mereka mengenakan busana batik dan songkok sembari membawakan lagu "Tabola Bale", sebuah karya musik dari wilayah Indonesia Timur. Selain pertunjukan seni, para mahasiswa juga aktif dalam diskusi informal mengenai kehidupan akademik dan pengalaman lintas budaya selama menempuh pendidikan di Tunisia.
"Kami bangga mengenakan pakaian tradisional dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada teman-teman dari berbagai negara," ujar Muhammad Dakhlan Gazali, perwakilan mahasiswa Indonesia.
Penampilan delegasi Indonesia mendapat apresiasi tinggi dari para peserta internasional. Khadijah, salah satu mahasiswa asal Tunisia, menyatakan ketakjubannya terhadap keragaman budaya Indonesia dan karakter masyarakatnya yang dikenal ramah serta menjunjung tinggi etika.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


