Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan langkah untuk mengintegrasikan MRT Jakarta dengan KRL Commuter Line di kawasan Kota Tua. Langkah ini diambil guna mempercepat transformasi kawasan bersejarah tersebut menjadi pusat mobilitas modern yang terpadu dan efisien bagi warga maupun wisatawan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa rencana ini telah dibahas bersama Dirut PT KAI sesuai dengan arahan Presiden. Proyek ini akan memanfaatkan lintasan lama yang dielektrifikasi sepanjang 16 kilometer pada tahap awal, sehingga layanan transportasi berbasis listrik dapat segera beroperasi.
“Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa selesai, kurang lebih lintasan lama tapi dibuat listrik,” ujar Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Kamis (9/4).
Pembangunan infrastruktur ini juga dipersiapkan untuk menyongsong rampungnya proyek MRT rute Kota Tua yang ditargetkan selesai pada 2029. Dengan adanya konektivitas yang kuat, Kota Tua diharapkan mampu menjadi pilar pendukung posisi Jakarta sebagai kota global yang tetap menjaga nilai sejarahnya.
Sejalan dengan pengembangan transportasi, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan komitmennya untuk mengawal penataan kawasan seluas 363 hektare tersebut.
Fokus awal akan menyasar zona inti seluas 80 hektare yang mencakup Alun-alun Fatahillah dan Museum Bahari. Rano bahkan menyatakan kesiapannya untuk berkantor langsung di Kota Tua guna memastikan revitalisasi berjalan sesuai rencana.
Selain urusan rel dan kereta, Pemprov DKI memprioritaskan penyediaan area parkir yang representatif serta penataan lokasi Pedagang Kaki Lima (PKL).
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


