kemarau 2026 bawa rejeki nomplok bagi nelayan indonesia kok bisa - News | Good News From Indonesia 2026

Kemarau 2026 Bawa Rejeki Nomplok bagi Nelayan Indonesia, Kok Bisa?

Kemarau 2026 Bawa Rejeki Nomplok bagi Nelayan Indonesia, Kok Bisa?
images info

Kemarau 2026 Bawa Rejeki Nomplok bagi Nelayan Indonesia


Peralihan musim kemarau yang diprediksi tiba pada April 2026 menjadi perhatian khusus bagi peneliti kelautan. Transisi iklim ini memicu fenomena upwelling, yakni pengangkatan massa air dingin kaya zat hara dari dasar laut ke permukaan perairan akibat embusan Angin Timuran.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Widodo Pranowo, menjelaskan bahwa proses alamiah ini membawa material penyubur laut yang memicu produktivitas hayati. Fenomena ini mendasari peningkatan produktivitas primer ekosistem laut nusantara.

"Massa air yang terangkat ini membawa 'pupuk alami' berupa nitrat dan fosfat. Ketika mencapai permukaan yang kaya sinar matahari, terjadi fotosintesis masif oleh fitoplankton. Inilah yang mendasari peningkatan produktivitas primer laut kita," papar Widodo pada Senin (16/3).

Berdasarkan kajian Widodo Pranowo dalam Majalah Indo-Maritime 2014, keunikan upwelling di selatan Jawa dikenal secara global sebagai RATU (Semi-permanent Java Coastal Upwelling). Pemanfaatan robot Argo Float hingga kedalaman 2.000 meter menjadi kunci dalam memetakan titik kumpul ikan bernilai ekonomi tinggi seperti Cakalang dan Tuna Sirip Biru Selatan.

Dampak ekologis berupa pertumbuhan fitoplankton diproyeksikan mulai terlihat pada April hingga mencapai puncaknya pada Juli-Agustus 2026. Kondisi ini berpotensi menarik gerombolan ikan pelagis kecil seperti lemuru di kawasan perairan Selat Bali.

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.