Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, akan mengalami perubahan tampilan seiring selesainya pembersihan sisa-sisa konstruksi monorel yang telah lama terbengkalai.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyusun peta jalan penataan koridor sepanjang 3,6 kilometer tersebut guna menghadirkan ruang publik yang lebih fungsional. Langkah awal dilakukan dengan membongkar median atau pemisah jalan, sehingga ruas jalan utama menjadi lebih luas dan memberikan ruang bagi penyesuaian geometrik jalur lalu lintas.
Selain perbaikan akses bagi kendaraan, penataan ini mengutamakan kenyamanan warga melalui pelebaran trotoar dengan konsep inklusif bagi penyandang disabilitas. Fasilitas pendukung seperti halte transportasi umum dan tiang penerangan jalan akan diperbarui menggunakan desain modern agar sejalan dengan estetika kota.
"Untuk yang belum ada gambaran seperti apa kawasan Kuningan setelah tiang monorel dibongkar, pemisah jalan dihilangkan, trotoar dilebarkan, halte-halte dibuat semakin nyaman, dan lain sebagainya. Penataan dilakukan secara menyeluruh guna meningkatkan kenyamanan pengguna jalan," ujar Juru Bicara Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta menyatakan bahwa proyek ini merupakan komitmen dalam memperkuat ruang publik yang berkelanjutan. Penyesuaian geometrik jalan diharapkan mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di area tersebut, sementara pembangunan halte baru disiapkan untuk mendukung sistem transportasi publik yang lebih terhubung.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


