Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menegaskan bahwa status runner-up di ASEAN Futsal Championship 2026 merupakan pertanda kuat kebangkitan futsal nasional.
Meski harus menelan kekalahan di partai final melawan Thailand, Souto melihat adanya lompatan mentalitas dan performa yang signifikan dari anak asuhnya. Ia meyakini bahwa mulai saat ini, eksistensi Indonesia di kancah Asia Tenggara akan jauh lebih diperhitungkan dan disegani oleh negara-negara pesaing.
Kekalahan di papan skor tidak menutup mata Souto terhadap keberanian para pemain muda yang tampil tanpa rasa takut menghadapi juara bertahan.
Namun, pelatih asal Spanyol tersebut tidak menutupi kekecewaannya terhadap beberapa keputusan wasit yang dianggap sangat merugikan ritme permainan Indonesia. Baginya, sejumlah hukuman di lapangan terasa terlalu berat dan membatasi momentum Skuad Garuda untuk membalikkan keadaan.
“Thailand memang mendapatkan trofi, tapi kami mendapatkan hormat dari semua orang. Ini adalah harapan untuk masa depan karena pemain-pemain baru ini melakukannya dengan menakjubkan. Seluruh Asia Tenggara mulai menghormati Indonesia,” ujar Hector Souto.
Melampaui hasil turnamen, Souto mengungkapkan visi jangka panjang untuk mentransformasi ekosistem futsal di Indonesia. Ia memimpikan futsal bukan hanya sekadar hobi, melainkan jenjang karier profesional dengan sistem penggajian yang layak dan jaminan masa depan bagi para pemain.
Target utamanya kini bergeser pada penguatan fondasi pemain muda agar Indonesia memiliki kedalaman skuad yang stabil dan siap bersaing di level yang lebih tinggi.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


