PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi memulai pembangunan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) di empat kota besar, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Proyek ini mencakup pembangunan 14 tower hunian yang dirancang untuk menciptakan ekosistem perkotaan yang terintegrasi dengan transportasi publik. KAI menargetkan unit-unit hunian ini sudah siap ditempati oleh masyarakat pada awal tahun 2027.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa pengembangan ini bertujuan untuk memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan di sekitar stasiun.
Berikut adalah perincian rencana pembangunan di empat lokasi utama:
Jakarta (Stasiun Manggarai): 8 tower (2.200 unit) di Blok F dan G dengan tinggi 12 lantai.
Bandung (Stasiun Kiaracondong): 2 tower (753 unit) di atas lahan seluas 7.600 m2.
Semarang (Jl. Dr. Kariadi): 2 tower (1.042 unit) setinggi 42 lantai.
Surabaya (Stasiun Gubeng): 2 tower (1.489 unit) setinggi 52 lantai.
Hunian yang ditawarkan terdiri dari tipe unit 45 yang dibanderol seharga Rp500 juta dan tipe unit 52 senilai Rp600 juta. Bobby optimis pengerjaan dapat berjalan cepat sehingga proses serah terima kunci bisa dilakukan tahun depan.
“Waktu pengerjaannya akan segera kami mulai. Sehingga di awal 2027, kami sudah dapat melakukan penyerahan kunci dari unit-unit tersebut,” tambahnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


