Indonesia memperkuat posisi dalam rantai pasok global kendaraan listrik melalui penyelesaian instalasi peralatan manufaktur baterai di Karawang, Jawa Barat. Fasilitas yang dikelola oleh PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) ini telah menuntaskan pemasangan mesin perakitan otomatis untuk unit modul dan paket baterai pada Januari 2026.
Pabrik yang berdiri di lahan seluas 43 hektare ini terdiri atas dua fasilitas utama, yakni pabrik perakitan modul serta pabrik sel baterai yang pembangunannya masih terus berjalan. Pada fase pertama, kapasitas produksi direncanakan mencapai 6,9 GWh dan diproyeksikan melonjak hingga 15 GWh pada fase berikutnya.
Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada setiap unit kendaraan listrik yang dipasarkan di tanah air sehingga ketergantungan pada komponen impor dapat berkurang.
"Melalui inisiatif ini, Indonesia tidak hanya memperkuat kapasitas manufaktur baterai nasional, tetapi juga membangun penguasaan teknologi serta integrasi sistem industri hulu dan hilir kendaraan listrik sehingga penciptaan nilai tambah ekonomi berkelanjutan dapat terwujud," ujar Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto.
Sejalan dengan perkembangan fisik pabrik, kerja sama penelitian juga dilakukan untuk memperkuat kapabilitas sumber daya manusia di bidang material maju. Penandatanganan nota kesepahaman antara grup MIND ID dan CATL menjadi landasan bagi pengembangan produk energi terbarukan dan mobilitas listrik di masa depan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


