Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) seolah tidak berhenti mendaki hingga berhasil memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah atau All-Time High (ATH) sebanyak 24 kali. Puncaknya terjadi pada 8 Desember 2025, di mana indeks bertengger di level 8.710,69.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan cerminan dari kuatnya kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi domestik. Tidak hanya indeks yang menghijau, kapitalisasi pasar modal Indonesia juga mencetak sejarah dengan menembus angka Rp16.000 triliun untuk pertama kalinya.
Ada beberapa faktor menarik yang membuat pasar modal bergairah tahun ini:
Era Baru Kebijakan: Menariknya, 23 dari 24 rekor ATH tersebut tercipta di era kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Sejak IHSG menembus level psikologis 8.000, indeks terus merangkak naik secara konsisten hampir setiap dua bulan.
Pertumbuhan Investor: Jumlah investor pasar modal kini telah menembus angka 20 juta orang. Dari jumlah tersebut, lebih dari 900 ribu investor tercatat sangat aktif melakukan transaksi setiap bulannya.
Perusahaan Raksasa Baru: Sepanjang 2025, terdapat 26 perusahaan baru yang melantai di bursa (IPO), termasuk 6 perusahaan kategori lighthouse atau perusahaan mercusuar dengan kapitalisasi pasar besar yang turut memperkuat struktur pasar kita.
Secara total, penggalangan dana di bursa sepanjang 2025 mencapai Rp278 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa bursa saham bukan lagi sekadar tempat spekulasi, melainkan mesin penggerak ekonomi yang efektif bagi perusahaan untuk mendapatkan modal ekspansi.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


