Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menetapkan kebijakan layanan transportasi publik tanpa biaya selama momentum perayaan Idulfitri tahun ini. Seluruh moda transportasi yang berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah akan digratiskan selama dua hari guna memfasilitasi pergerakan warga dalam merayakan hari raya.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan pengumuman tersebut saat menghadiri agenda buka puasa bersama di GOR Cengkareng Barat, Senin (16/3/2026). Kebijakan ini mencakup berbagai layanan transportasi massal, mulai dari berbasis rel hingga angkutan lingkungan.
“Saya sudah memutuskan, untuk menyambut Idulfitri ini selama dua hari semua transportasi yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta digratiskan. Apakah itu MRT, LRT, TransJakarta, TransJabodetabek, JakLingko, maupun Mikrotrans, semuanya gratis,” ujar Pramono Anung.
Layanan gratis ini dijadwalkan berlaku pada hari pertama dan kedua Idulfitri. Kendati tidak dipungut biaya, para pengguna tetap diminta membawa kartu uang elektronik untuk melakukan proses penempelan kartu pada mesin gerbang atau bus. Mekanisme ini tetap diberlakukan dengan tarif Rp1 sebagai prosedur pencatatan data perjalanan dalam sistem transportasi Jakarta.
Selain sektor transportasi, pemerintah daerah juga memperluas akses hiburan bagi warga melalui program rekreasi gratis bagi pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP). Sejumlah destinasi ikonik di Jakarta disiapkan untuk menyambut kunjungan keluarga dengan sistem akses khusus tersebut.
“Bahkan bagi ibu-ibu yang anaknya memegang KJP, masuk Ancol, masuk Ragunan, masuk Monas, kami gratiskan,” tutur Gubernur lebih lanjut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


