Upaya penyediaan tempat tinggal bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi basah di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Minggu (8/3), pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama lintas kementerian dan lembaga terkait telah berhasil membangun 1.771 unit Hunian Sementara (Huntara) yang tersebar di 25 lokasi strategis.
Seiring dengan mulai berpindahnya warga ke bangunan Huntara, personel TNI secara bertahap mulai melakukan pembongkaran tenda-tenda darurat yang selama ini digunakan. Langkah ini memastikan kawasan pengungsian kembali tertata setelah warga menempati hunian yang lebih permanen.
Aktivitas pembongkaran terlihat di beberapa titik, seperti di kawasan Kantor DPRK, Kampung Karang Bundar, serta Desa Durian dan Desa Benua pada Minggu (8/3) siang. Di Kecamatan Karang Baru sendiri, dari 142 unit Huntara yang telah selesai dibangun, sebanyak 129 di antaranya sudah mulai dihuni oleh warga.
Pemenuhan kebutuhan dasar penyintas juga menjadi prioritas. Setiap unit Huntara disuplai dengan perlengkapan dasar mulai dari kasur, kompor beserta gas, peralatan tidur, hingga kipas angin. Selain itu, paket sembako untuk kebutuhan 24 hari ke depan turut disalurkan guna menjamin ketahanan pangan warga selama masa transisi.
Perlahan tapi pasti, keberhasilan percepatan pembangunan Huntara serta perencanaan matang terkait Hunian Tetap merupakan manifestasi nyata dari sinergi kolektif antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh elemen kemanusiaan.
“Sinergi yang solid ini menjadi fondasi utama dalam memastikan proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang berjalan secara terukur, efektif, dan tepat sasaran.” tulis rilis dari BNPB.
Dengan progres yang terus dipacu, diharapkan seluruh warga terdampak dapat merayakan Hari Raya Idulfitri dalam suasana yang lebih layak dan bermartabat. Momentum ini tidak hanya menandai pulihnya aspek infrastruktur sementara, tetapi juga menjadi titik awal bagi realisasi solusi hunian permanen yang akan membawa masyarakat menuju masa depan yang lebih tangguh dan sejahtera.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


