Pesan FIFA melalui unggahan Instagram bertajuk “Protecting players online around the world” dengan seruan Stop Hate, Protect Football kembali mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sepakbola yang aman, termasuk di dunia digital.
Pesan tersebut relevan dengan kondisi sepakbola Indonesia setelah Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2026. Sejumlah pemain mendapat hujatan hingga serangan personal di media sosial.
Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, beserta keluarganya, menjadi salah satu pihak yang mendapat sorotan. PSSI melalui Sekjen Yunus Nusi menegaskan bahwa kritik terhadap pemain tetap diperbolehkan, tetapi tidak boleh berubah menjadi kebencian.
“Kami mengakui bahwa hasil di Piala AFF 2026 belum memenuhi harapan. Namun, evaluasi harus dilakukan dengan kepala dingin dan tanggung jawab, bukan melalui kebencian. Pemain boleh dikritik secara sportif, tetapi martabat dan keselamatan mereka—termasuk keluarga—harus tetap dihormati. Kekalahan bukan alasan untuk membenarkan kebencian,” ujar Yunus Nusi di Jakarta pekan lalu.
PSSI mengajak suporter menolak ujaran kebencian, perundungan, doxing, dan ancaman.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


