PT MRT Jakarta mengembangkan konsep pembangunan berorientasi transit guna meningkatkan nilai ekonomi kawasan di sekitar stasiun. Integrasi jaringan transportasi publik dan bangunan komersial disiapkan untuk mendorong regenerasi wilayah perkotaan.
TOD Planning Department Head MRT Jakarta Sagita Devi menyampaikan bahwa keberadaan stasiun kereta menjadi katalis perubahan gaya hidup warga kota. Kawasan sekitar perlintasan bertransformasi menjadi pusat perkantoran, perbelanjaan, serta ruang aktivitas publik.
PT MRT Jakarta membangun akses interkoneksi langsung antara bangunan komersial dan stasiun Moda Raya Terpadu. Penyambungan fisik ini meningkatkan angka kunjungan konsumen sekaligus melipatgandakan nilai pasar properti di sekitar jalur perlintasan.
Integrasi akses pada Blok M Plaza dan Poins Square Lebak Bulus menjadi percontohan keberhasilan pengembangan kawasan. Kemudahan akses pejalan kaki mendorong pemulihan aktivitas komersial serta kenyamanan para pengguna moda transportasi massal.
MRT Jakarta mengelola sembilan kawasan berorientasi transit di sepanjang lintasan koridor fase satu dan dua. Lima kawasan di antaranya telah mengantongi kelengkapan aturan regulasi pemerintah daerah untuk pelaksanaan penataan area.
Pengembangan infrastruktur kawasan secara terpadu diharapkan mampu menciptakan ekosistem pertumbuhan ekonomi baru di ibu kota.
"Dengan adanya sebuah pembangunan transportasi publik dia bisa menjadi katalis dari perkembangan ekonomi di sekitar stasiun," kata Sagita Devi.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


