Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung menyiapkan program subsidi pelatihan khusus bagi warga lokal yang berminat untuk bekerja di negara Jepang.
Langkah strategis ini sengaja digulirkan guna mendongkrak angka penyerapan tenaga kerja sekaligus menekan laju pengangguran di Kota Kembang.
"Nilai bantuan sekitar Rp10 juta-Rp15 juta untuk belajar bahasa Jepang, budaya kerja, dan keterampilan lainnya sebelum diberangkatkan," ujar Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana.
Disnaker merangkul jajaran lembaga pelatihan swasta serta institusi perguruan tinggi demi membuka kesempatan program pengiriman kerja yang terintegrasi dengan akses pendidikan formal. Selama ini peluang kerja ke luar negeri justru didominasi oleh pekerja asal wilayah Jawa Barat lainnya seperti Ciamis, Tasikmalaya, Indramayu, Cirebon, hingga Bandung Barat.
Pemkot Bandung optimistis penempatan tenaga kerja internasional ini menjadi opsi menjanjikan bagi generasi muda guna mematangkan kompetensi teknis mereka di skala global.
Ketika masa kontrak kerja selesai dan kembali ke tanah air, para alumni pekerja migran tersebut diharapkan mampu menularkan budaya kerja disiplin demi meningkatkan mutu SDM daerah.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


