Realisasi investasi domestik mencatatkan pertumbuhan pesat sepanjang tahun 2025 dengan kontribusi mencapai 53,4 persen dari total investasi nasional.
Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat menyentuh angka Rp1.030,3 triliun sehingga melampaui capaian Penanaman Modal Asing (PMA) yang berada di level Rp900,9 triliun.
Pemanfaatan instrumen investasi nasional ini diproyeksikan akan semakin masif pada tahun 2026 karena proses penyesuaian regulasi dan sumber daya manusia sudah rampung dilakukan. Fokus investasi akan diarahkan pada sektor kesehatan dan hilirisasi guna memperkuat kemandirian ekonomi.
Selan itu, Danantara juga berfungsi sebagai mitra bagi investor asing untuk berbagi risiko sehingga menarik lebih banyak modal masuk melalui skema kerja sama yang lebih terukur.
"Peningkatan investasi dalam negeri jauh lebih besar daripada luar negeri. Kami melihat akan terus meningkat karena faktor Danantara. Investasi asing juga akan meningkat karena bisa tandem dengan Danantara. We calculate risk sehingga peningkatannya terjaga meskipun dalam negeri lebih meningkat karena akselerasi Danantara," ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


