Melalui acara bertajuk BRIN Goes to Industry badan riset independen di Indonesia ini terus menunjukkan peran penting dalam percepatan hilirisasi hasil riset dan inovasi di dunia industri.
Acara ini bertemakan “Akselerasi Hilirisasi Riset Menuju Kemandirian Industri Strategis Nasional” yang dihadiri oleh gabungan mitra industri, perguruan tinggi, BUMN strategis, dan asosiasi profesional bersama BRIN.
Kegiatan kolaborasi yang berlangsung di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung BJ Habibie, Jakarta, pada Kamis (5/2) ini merupakan forum strategis untuk mempertemukan arah riset dan inovasi nasional dengan kebutuhan dunia industri.
Mewakili Kepala BRIN, Sekretaris Utama BRIN, Nur Tri Aries Suestiningtyas menyampaikan saat ini BRIN memprioritaskan hilirisasi riset dan memastikan hasil riset dapat dirasakan untuk pembangunan nasional.
Dalam acara ini dilakukan juga penandatangan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara BRIN dengan berbagai mitra yang hadir baik industri ataupun institusi profesional lainnya.
Selanjutnya, hadir juga Plt. Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Zainal Arifin yang menyampaikan tentang tantangan yang dihadapi industri berbasis teknologi dalam hal regulasi dan keselamatan.
Pengembangan teknologi di Indonesia masih menghadapi kesenjangan dengan kesiapan regulasi yang saat ini tersedia. Ia menilai perlu kolaborasi erat antara pemangku kebijakan, pelaku industri, dan lembaga riset untuk mewujudkan inovasi yang aman dan berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


