Pemerintah menugaskan Perum Bulog untuk menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas harga pangan serta memberikan bantalan ekonomi bagi masyarakat kelas bawah menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri. Total anggaran yang disiapkan untuk program ini mencapai Rp 11,92 triliun dengan rincian bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan untuk setiap penerima.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk selalu berpihak pada rakyat. Berdasarkan warkat resmi Bapanas, penyaluran diharapkan dilakukan secara sekaligus guna mempercepat dampak positif di lapangan.
"Penyaluran bantuan ini adalah langkah menjaga stabilitas pasokan," ujar Andi Amran Sulaiman dalam keterangan tertulisnya.
Hingga pertengahan Februari, stok beras nasional yang dikelola Bulog berada pada posisi yang sangat kuat, yakni mencapai 3,53 juta ton. Ketersediaan stok yang melimpah ini sejalan dengan akselerasi produksi pangan dalam negeri yang mengalami tren kenaikan signifikan pada awal tahun 2026.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


