Pemerintah Kabupaten Jember meluncurkan program angkutan gratis bagi para pelancong dan pemudik yang mendarat di Bandara Notohadinegoro. Kebijakan ini dihadirkan untuk memacu angka kunjungan wisata sekaligus mempermudah mobilisasi massa menyambut musim mudik 2026.
Fasilitas transportasi darat ini menyasar rombongan pelancong dengan kuota minimal sepuluh orang. Di bawah instruksi Bupati Jember Muhammad Fawait, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporabudpar) menyiagakan armada khusus guna mengantar para penumpang dari area bandara menuju berbagai titik di wilayah Jember.
Kepala Disporabudpar Jember, Bobby Arie Sandy, mengutarakan bahwa inisiatif ini merupakan langkah taktis pemerintah daerah dalam menyuguhkan kemudahan aksesibilitas. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman sejak wisatawan pertama kali tiba.
"Upaya ini bagian dari komitmen kami mendorong kemajuan pariwisata Jember. Berdasarkan data BPS Kementerian Pariwisata tahun lalu, Jember masuk dalam 10 besar destinasi wisata terfavorit di Jawa Timur. Ini motivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan aksesibilitas," ungkap Bobby dalam rilis resminya, Minggu (22/3/2026).
Pihak otoritas pariwisata daerah menilai ketersediaan sarana transportasi yang terintegrasi menjadi kunci utama dalam menarik minat publik. Adanya fasilitas tanpa biaya ini diharapkan mampu memperpanjang durasi tinggal wisatawan di Jember.
Mengingat keterbatasan unit kendaraan, kelompok masyarakat yang berniat menggunakan jasa angkutan ini diimbau untuk mendaftarkan jadwal kedatangan mereka terlebih dahulu. Prosedur pendaftaran awal diperlukan guna memastikan kecocokan jadwal penjemputan dengan ketersediaan sopir di lapangan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


