Fokus olahraga disabilitas Indonesia kini resmi beralih ke persiapan Asian Para Games 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang. Hal tersebut ditekankan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, saat menerima laporan dari Chef de Mission (CdM) Asean Para Games 2025, Reda Mantovani, di Kantor Kemenpora pada Rabu (18/2).
Langkah ini diambil menyusul kesuksesan besar kontingen Indonesia di Nakhon Ratchasima, Thailand, pada Januari lalu. Dalam ajang Asean Para Games tersebut, para atlet Merah Putih berhasil mengumpulkan 135 medali emas dan mengamankan posisi runner-up. Prestasi gemilang ini dinilai Erick sebagai titik berangkat yang kuat untuk menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi di tingkat benua.
Erick Thohir mengingatkan seluruh elemen kontingen agar tetap fokus dan tidak terjebak dalam euforia kemenangan yang berlebihan. Menurutnya, konsistensi dalam menjalani pelatihan menjadi kunci utama untuk mempertahankan dominasi di kancah Asia.
“Kita tidak ingin terus terlena akan hasil yang lalu, karena ajang besar Asian Para Games telah menanti. Tak ada waktu lama bersantai, sekarang para atlet kembali lakukan persiapan karena mereka adalah duta bangsa terbaik yang mewakili Indonesia di level Asia,” ujar Erick dalam pertemuan tersebut.
Guna menjamin keberlanjutan prestasi tersebut, pemerintah kini mengandalkan fasilitas Paralympic Training Center di Karanganyar, Jawa Tengah. Pusat pelatihan ini telah dipantau langsung oleh Menpora pada Sabtu (14/2) lalu untuk memastikan seluruh fasilitas pendukung latihan dapat digunakan secara maksimal oleh para atlet dalam mengasah kemampuan mereka.
Erick menyebut keberadaan fasilitas di Karanganyar sebagai bentuk keberpihakan negara dalam menciptakan ekosistem olahraga yang inklusif. Melalui sistem pelatihan yang terintegrasi, potensi atlet diharapkan dapat terus berkembang secara konsisten dan terukur dari tahun ke tahun.
“Salah satu komitmen pemerintah guna mendukung atlet disabilitas adalah dengan hadirnya Paralympic Training Center. Seluruh atlet mendapatkan fasilitas pelatihan yang terpadu, terukur dan berkelanjutan, saya ingin kehadiran pusat pelatihan ini dapat memperkuat kesiapan atlet dalam mengasah kemampuan mereka serta tetap bersemangat dan berprestasi di ajang multievent internasional para atlet,” pungkas Menpora.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


