Atsungkara artinya sebuah ungkapan rasa syukur dan doa harapan dalam tradisi masyarakat Bali yang merujuk pada kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Ungkapan ini sering kali didengar oleh wisatawan saat berkunjung ke Pulau Dewata maupun dalam tuturan sehari-hari umat Hindu. Bagi Kawan GNFI yang senang mempelajari ragam bahasa daerah, memahami makna kata Atsungkara dari Bahasa Bali bisa menjadi kunci penting untuk menyelami nilai spiritualitas lokal.
Kawan GNFI tentu pernah mendengar ucapan khususnya saat pergi ke Bali atau berkomunikasi dengan orang lokal dari Bali. Berikut ini adalah penjelasan arti dan makna Atsungkara dari Bali.
Astungkara itu artinya apa?
Dikutip dari Pemerintah Kabupaten Buleleng, secara etimologi kata ini terbentuk dari gabungan kata Astu dan Kara dengan sisipan morfem "ng". Kata Astu berarti "semoga terjadi", sedangkan Kara bermakna "penyebab" yang merujuk langsung kepada Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan. Oleh sebab itu, secara harfiah Astungkara artinya "semoga terjadi atas kehendak-Nya".
Dalam ranah sosial, arti astungkara Bahasa Bali ini dituturkan ketika seseorang memanjatkan doa pribadi, menerima kabar gembira, atau hendak memulai kegiatan positif dan ritual adat.
Jika dicermati dari fungsi komunikasinya, Bahasa Bali Astungkara artinya sangat serupa dengan ungkapan Insya Allah dalam tradisi Islam maupun Puji Tuhan dalam ajaran Nasrani.
Tidak jarang kata ini juga dipadukan dengan ucapan terima kasih. Ungkapan astungkara suksma artinya "semoga terjadi atas kehendak-Nya, terima kasih", sebuah tuturan santun yang memadukan rasa syukur kepada Pencipta sekaligus bentuk apresiasi antar sesama manusia.
Memahami makna di balik tutur kata daerah bukan sekadar menambah wawasan kebahasaan, melainkan juga memperkaya cara Kawan GNFI dalam menghargai keanekaragaman budaya Indonesia.
Mungkin jika Kawan GNFI akan atau sedang berlibur mencari oleh-oleh khas Bali dan berinteraksi dengan warga lokal, mengucapkan frasa ini dengan santun akan mempererat keakraban serta menunjukkan penghormatan terhadap kearifan lokal.
Semoga pemahaman ini membuat interaksi budaya Anda menjadi semakin bermakna.
Referensi:
Website Pemerintah Kabupaten Buleleng, Bali: https://bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/37-astungkara-svaha-dan-tathastu
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


