Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengusulkan peningkatan alokasi dana untuk perbaikan infrastruktur di wilayah terdampak bencana di Indonesia.
Usulan anggaran yang semula berada di angka Rp51 triliun kini dinaikkan menjadi hampir Rp74 triliun. Penambahan nilai anggaran tersebut didorong oleh kebutuhan mendesak untuk membangun lebih banyak sabo dam di beberapa titik krusial sehingga risiko kerusakan akibat banjir bandang dan material vulkanik dapat ditekan secara maksimal.
Salah satu wilayah yang menjadi fokus utama dalam usulan penambahan ini adalah Gayo Lues di Provinsi Aceh. Pembangunan infrastruktur pengaman lereng dan bendungan di wilayah tersebut dinilai sangat mendesak agar sistem perlindungan masyarakat terhadap potensi bencana dapat berjalan lebih stabil. mendatang.
"Anggarannya sekitar Rp73 triliun sekian, hampir Rp74 triliun. Penambahan dari Rp51 triliun ini dikarenakan adanya kebutuhan pembangunan sabo dam baru yang cukup banyak di tiga wilayah, khususnya di Gayo Lues. Hal ini dilakukan untuk memperkuat mitigasi bencana ke depan. Rencana induknya sudah diselesaikan dan tinggal menunggu kelengkapan administrasi sebelum dikirimkan ke Bappenas untuk dilakukan tinjauan lebih lanjut," ujar Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo.
Proses pengajuan anggaran ini akan melewati beberapa tahapan birokrasi, termasuk peninjauan oleh dewan pengarah yang melibatkan kementerian koordinator terkait. Setelah mendapatkan persetujuan dari dewan pengarah, Kementerian PU akan segera mengajukan permohonan dana secara resmi kepada Kementerian Keuangan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


