Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, memberikan penjelasan mengenai adanya dua persen siswa SD dan SMP yang tidak berpartisipasi dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.
Berdasarkan temuan di lapangan, ketidaksiapan siswa secara psikologis serta pandangan sebagian orangtua yang merasa tes tersebut tidak perlu menjadi faktor utama di balik angka tersebut.
"Di lapangan kami temukan ada yang memang dia tidak siap. Tidak siapnya bisa karena faktor-faktor yang bersifat psikologis. Yang kedua, ada sebagian orangtua yang berpendapat tidak perlu TKA," ungkap Mu'ti.
Meski demikian, pihak kementerian menegaskan bahwa hal tersebut tidak menjadi masalah. TKA bersifat pilihan dan tidak wajib bagi siswa, sehingga hanya mereka yang benar-benar siap yang mengikuti rangkaian tes tersebut.
Secara keseluruhan, pelaksanaan TKA tahun ini mencatatkan partisipasi yang sangat tinggi, yakni mencapai 98 persen dari total populasi siswa nasional. Angka ini pun dinilai telah melampaui harapan dan target yang dicanangkan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


