Banyak kisah seniman dari tanah air di masa lalu yang memiliki kontribusi, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di tingkat mancanegara. Joehanet menjadi salah satu contoh kecil di antaranya.
Nama ini mungkin asing di telinga Kawan saat sekarang. Apalagi sedikit informasi yang bisa didapatkan dari tokoh seni yang satu ini.
Meski begitu, Joehanet ternyata memiliki kontribusinya sendiri, khususnya dalam bidang seni di masa lalu. Pada 1961 silam, Joehanet pernah terbang langsung ke Singapura untuk mengenalkan kesenian Melayu di sana.
Joehanet mendapatkan langsung untuk mengajarkan tarian Melayu pada generasi muda yang ada di Singapura pada waktu itu. Uniknya, usia Joehanet untuk menjadi seorang guru pada waktu itu masih terbilang muda, yakni baru 21 tahun.
Meskipun demikian, Joehanet memiliki pemahaman mumpuni tentang tarian Melayu. Latar belakang keluarga yang juga berasal dari kalangan seniman turut memengaruhi kemampuan yang dimilikinya tersebut.
Lantas bagaimana kisah saat Joehanet mengajarkan tarian Melayu kepada generasi muda di Singapura pada 1961 silam? Simak ulasan lengkap terkait momen ini dalam artikel berikut.
Riwayat Panjang di Masa Lalu
Dikutip GNFI dari artikel, "Penari dari Indonesia Mengajar Pemuda2 Singapura" yang terbit di surat kabar Berita Harian edisi 17 Juli 1961, kedatangan Joehanet ke Singapura terjadi pada 1961 silam. Pemuda yang berasal dari Sumatra Utara ini didatangkan langsung oleh komunitas yang ada di Singapura untuk mengajarkan tarian Melayu bagi generasi muda yang ada di sana.
Pemilihan Joehanet sebagai guru bukan sembarangan begitu saja. Latar belakang keluarga dari tokoh seni ini menjadi salah satu alasan mengapa dirinya didatangkan langsung ke Singapura waktu itu.
Joehanet diketahui masih memiliki hubungan darah dengan Nazli, salah satu seniman yang ikut dalam rombongan budaya Indonesia. Rombongan budaya ini pernah melakukan kunjungan ke beberapa negara untuk mengenalkan kesenian dalam negeri, termasuk ke Tanah Melayu di masa lalu.
Tidak heran, Joehanet yang waktu itu masih berusia 21 tahun didatangkan untuk mengajarkan tarian Melayu di sana waktu itu. Terlebih, dirinya juga memiliki kemampuan yang mumpuni di bidang tersebut.
Ajarkan Tarian Melayu
Kedatangan Joehanet ke Singapura pada 1961 tidak lepas dari andil Perkumpulan Sriwana waktu itu. Kedatangan Joehanet secara khusus ditujukan untuk mengajarkan tarian melayu untuk anggota Perkumpulan Sriwana, khususnya dari kalangan generasi muda.
Jika dilihat dari latar belakang pendidikan, Joehanet tidak secara khusus menekuni seni tari dalam bidang keilmuan. Dirinya merupakan lulusan sekolah menengah atas di Sumatra Utara.
Setelahnya, dia sempat mengenyam pendidikan di salah satu universitas di Sumatra Utara. Dirinya mengambil studi bidang hukum.
Namun kesibukannya di luar perkuliahan membuat Joehanet tidak menyelesaikan studinya. Dia pun hanya menjalani studi di universitas tersebut selama dua tahun saja.
Kewajiban untuk Mengembangkan Seni Tari
Selain Perkumpulan Sriwana, Joehanet dalam artikel tersebut menyebutkan jika ada puluhan tawaran lain yang datang padanya sebelumya. Tawaran yang datang ini memiliki tujuan sama, yakni memintanya untuk mengajarkan tarian Melayu.
Namun hanya Perwakilan Sriwarna saja yang mengundang dan membiayainya secara langsung ke Singapura waktu itu. Dirinya pun didatangkan pada Juli 1960 dan mengajar di sana selama satu bulan penuh lamanya.
Joehanet juga menjelaskan jika keseriusan dari Perkumpulan Sriwana membuatnya merasa wajib untuk mengajarkan ilmu yang dimilikinya. Dirinya merasa memang perlu untuk memperkenalkan tarian-tarian Melayu di mana saja, baik Indonesia, Malaysia, dan lainnya.


