Pasbana - Di balik setiap transaksi digital, panggilan video, hingga kecerdasan buatan yang kini menjadi bagian keseharian, ada fondasi yang jarang disadari publik. Ia bukan aplikasi yang tampil di layar ponsel, bukan pula media sosial yang ramai diperbincangkan. Fondasi itu adalah pusat data—tempat miliaran informasi disimpan dan dijaga setiap detik.
Di antara para perintisnya berdiri satu nama yang selama bertahun-tahun lebih memilih bekerja dalam senyap: Otto Toto Sugiri. Sosok yang dikenal sebagai pendiri DCI Indonesia itu bukan sekadar membangun perusahaan, tetapi ikut meletakkan pondasi ekosistem digital yang menopang transformasi ekonomi Indonesia.
Lahir dari latar belakang teknik, Otto memasuki dunia teknologi ketika internet masih dianggap barang mewah. Pada era 1990-an, komputer belum hadir di setiap rumah, layanan berbasis cloud belum dikenal luas, sementara internet baru mulai merintis jalan di Indonesia.


