BERITABANDUNG.id – Kabar baik bagi pengguna transportasi umum di Bandung Raya. Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui pengelola Metro Jabar Trans (MJT) resmi memperluas sistem integrasi tarif yang membuat penumpang bisa berpindah armada atau transit tanpa biaya tambahan dalam batas waktu tertentu. Kebijakan ini dinilai menjadi langkah besar dalam meningkatkan kenyamanan dan efisiensi transportasi publik di wilayah Bandung Raya.
Melalui skema terbaru tersebut, masyarakat cukup melakukan satu kali pembayaran untuk melanjutkan perjalanan ke koridor atau armada lain tanpa harus membayar tarif tambahan. Sistem integrasi ini berlaku selama 120 menit atau dua jam sejak transaksi pertama dilakukan. Durasi tersebut diperpanjang dari sebelumnya 90 menit guna memberikan fleksibilitas lebih bagi penumpang.
Pihak pengelola Metro Jabar Trans menjelaskan bahwa kebijakan ini dibuat untuk mempermudah mobilitas warga yang setiap hari harus berpindah moda transportasi atau melakukan transit antarkoridor. Dengan waktu integrasi yang lebih panjang, masyarakat tidak perlu terburu-buru saat menghadapi kemacetan maupun antrean di titik transit.
Untuk tarif reguler, penumpang umum dikenakan biaya Rp4.900 per perjalanan. Sementara itu, pelajar, mahasiswa, lanjut usia (lansia), dan penyandang disabilitas mendapatkan tarif khusus sebesar Rp2.000. Kebijakan tarif ini mulai diterapkan sejak April 2026 sebagai bagian dari peningkatan layanan transportasi publik di Jawa Barat.
Selain menghadirkan tarif integrasi, Metro Jabar Trans kini juga menerapkan sistem pembayaran non-tunai secara penuh. Penumpang dapat menggunakan berbagai kartu uang elektronik seperti Flazz BCA, e-Money Mandiri, TapCash BNI, BRIZZI BRI, hingga Kartu Multi Trip (KMT). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat transaksi sekaligus mendukung digitalisasi layanan transportasi publik.
Baca Selengkapnya

