kisah soekarno dan marhaen petani bandung yang menginspirasi lahirnya marhaenisme R7X9oN - News | Good News From Indonesia 2026

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme

Kisah Soekarno dan Marhaen, Petani Bandung yang Menginspirasi Lahirnya Marhaenisme
images info

Sebuah kisah yang bermula dari satu pertanyaan sederhana di hamparan sawah Bandung. Kemudian menjelma nama yang mewakili jutaan masyarakat Indonesia: rakyat kecil yang hidup dalam keterbatasan, tetapi sangat merdeka dalam jiwa dan martabatnya.

Langit Bandung pagi itu masih menyimpan embun di sela awan tipis yang menggantung tenang. Udara di wilayah selatan kota terasa jernih. Belum terusik deru mesin pabrik yang mengubah wajah zaman. Seorang pemuda berusia dua puluhan tahun mengayuh sepeda tanpa tujuan pasti. Kedua roda besinya menuntun perjalanan menyusuri setapak yang membelah persawahan hijau. Dialah Soekarno, mahasiswa Technische Hoogeschool te Bandung. Pemuda itu sedang bergulat dengan pertanyaan besar tentang nasib rakyat Indonesia: Siapakah sesungguhnya rakyat yang hendak diperjuangkannya?

Bentangan sawah hijau luasnya tak lebih dari sepertiga hektar. Pandangan Soekarno muda tertuju pada seorang petani yang membungkuk di atas tanah basah. Tubuhnya kurus dengan pakaian sederhana, tapi tangannya terus bekerja. Bergerak perlahan dengan irama tua yang diwariskan turun-temurun. Soekarno menghentikan sepedanya. Dia tidak memanggil dari kejauhan layaknya tuan tanah kepada para pekerja. Dia memilih turun ke sawah, menggulung celananya, lalu melangkahi pematang dengan kaki tersentuh lumpur.

Siapa pemilik tanah yang kaugarap ini?” tanya Soekarno dengan penuh penghormatan.

Saya, Juragan,” jawab sang petani. Matanya lurus, tanpa rasa takut ataupun curiga.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.