Pasbana - Di tengah derasnya arus teknologi global, sebuah inovasi unik lahir dari ranah Minangkabau. Namanya Minang-lang—bahasa pemrograman yang tidak hanya berbicara dalam logika mesin, tapi juga dalam rasa budaya lokal.
Dikembangkan oleh Mhd Ulil Abshar, Minang-lang hadir sebagai bahasa pemrograman esoteris—jenis bahasa yang biasanya dibuat untuk eksperimen, kreativitas, atau sekadar “bersenang-senang” di dunia coding. Namun, yang membuatnya berbeda, Minang-lang justru mengusung identitas lokal dengan menjadikan bahasa Minangkabau sebagai dasar sintaksnya.
Bayangkan, alih-alih menggunakan perintah standar seperti “print” atau “if”, pengguna Minang-lang bisa menemukan padanannya dalam kosakata Minang. Hasilnya? Aktivitas coding terasa lebih akrab, terutama bagi penutur lokal. Ngoding pun seperti “bapantun” dengan komputer.


