asem jawi pangimbang jati kredo ekologi dari bojonegoro m9ttrR - News | Good News From Indonesia 2026

Asem Jawi Pangimbang Jati, Kredo Ekologi dari Bojonegoro

Asem Jawi Pangimbang Jati, Kredo Ekologi dari Bojonegoro
images info

Di Bojonegoro, ada pepatah kuno yang berbunyi: Asem Jawi Pangimbang Jati. Dosen Psikologi Lingkungan Unpad Bandung, Noer Fauzi Rachman PhD, memberi penjelasan memukau terkait kedalaman makna pepatah itu.

Pada Januari 1808 M, Gabenor Willem Daendels datang ke Pulau Jawa dengan penuh kekaguman. Usia Daendels baru 46 tahun, ketika sorot matanya menatap sejumlah pohon raksasa yang tak pernah sekalipun dia jumpai di daratan Eropa. Ya, pohon yang membuat mata Daendels timbilen selama berhari-hari itu, adalah pohon Asam Jawa.

Pohon raksasa berkulit gelap, beralur kasar, dan bersisik tak beraturan — mirip punggung buaya purba yang berdiam diri di tepi telaga. Galih batang kayunya keras dan padat, seperti besi baja yang tak keropos ditempa cuaca. Sementara akarnya kuat mengikat bumi, dengan kesetiaan yang amat sunyi.

Ratusan tahun sebelum imperialisme lahir ke dunia, pilar alam raksasa bernama Asam Jawa ini, sudah memenuhi daratan kapur pantai utara jawa, sebagai pohon yang jadi legitimasi atas makna kemajuan. Tak heran, saat anak muda bernama Daendels itu melihatnya, tubuhnya langsung sawanen — tak kuat merasakan residu kemakmuran.

Willem Daendels yang kala itu didaulat sebagai Gabenor Jendral Hindia Belanda (1808 – 1811 M), benar-benar kepincut pohon Asam Jawa. Daendels bahkan menjadikan Asam Jawa sebagai pohon wajib tanam, dalam program pembangunan bertajuk Groote Postweg (Jalan Raya Daendels) yang membentang lebih dari 1000 km dari Banten hingga Situbondo.

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.