sikuat ajak melek finansial - News | Good News From Indonesia 2026

Belajar Atur Uang Sejak SD: Program SIKUAT KKN-T IPB Tunjukkan Cara Seru untuk Anak Melek Finansial

Belajar Atur Uang Sejak SD: Program SIKUAT KKN-T IPB Tunjukkan Cara Seru untuk Anak Melek Finansial
images info

Dokumentasi Pribadi Tim KKNT IPB PEKALONGANKAB14


Ikuti GNFI di WhatsApp

PendidikanĀ literasiĀ keuangan menjadi salah satu hal mendasar yang diperlukan anakĀ usia pra sekolah dan sekolah dasar dalam memahami cara mengelola keuangan secara bijak. Pengelolaan keuangan tersebut dimaksudkan pada pengalokasian terhadap uang saku yang diberikanĀ sehari-hari. Bahkan Studi dari University of Cambridge mengungkapkan bahwa anak-anak mulai membentuk kebiasaan finansial sejak usia 7 tahun.

Hasil studi yang dilakukan oleh University of Cambridge menjadi salah satu latar belakang tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University PEKALONGANKAB14 dalam pelaksanaan program terkait literasi keuangan melalui program SIKUAT: Si Kecil Ulet Atur Tabungan kepada siswa-siswi kelas V di SD Negeri 01 Kwasen dan SD Negeri 02 Kwasen.

SebelumĀ programĀ SIKUATĀ dijalankan,Ā timĀ KKN-TĀ IPBĀ turutĀ mengajakĀ wali kelasĀ berdiskusi terlebihĀ dahulu terkaitĀ kegiatanĀ belajar mengajarĀ yang biasa dilakukan. Harapannya tim KKN-T IPB dapat mengetahui bisaĀ tidaknya program SIKUATĀ diaplikasikan.

"BiasanyaĀ kalau di kelasĀ belajarnya sesuaiĀ kurikulum saja, jadi hanyaĀ materi wajib seperti matematika,Ā pkn,Ā ipa,dll.Ā HarapanĀ kami kalau bisaĀ nanti materi yang akanĀ diisi di kelas yaituĀ ilmu-ilmuĀ yang sudahĀ didapatkan di kampusĀ bisaĀ disampaikan jugaĀ dengan siswa-siswa kami. Tentunya dikemas supaya mudah dipahami," jawab IbuĀ Iin salah satuĀ guru di SDĀ Negeri 01Ā Kwasen.

"Jujur sajaĀ terkaitĀ materi literasi keuangan memang belum pernah diajarkan kepada siswaĀ kami, karenaĀ pengajar kami terbatas jadiĀ untuk pendidikan di luar mataĀ pelajaran wajib memangĀ tidakĀ ada,"Ā keluh PakĀ Erffendy, selakuĀ KepalaĀ Sekolah SDĀ Negeri 02Ā Kwasen.

Selain berkesempatanĀ berdiskusiĀ dengan salah satu pengajar di SDĀ Negeri 01Ā Kwasen,Ā timĀ KKN-TĀ IPBĀ jugaĀ sempatĀ berbincang denganĀ beberapa siswa.Ā Perbincangan tersebut dilakukanĀ untuk mengetahuiĀ bagaimana perilaku siswa sekolah dasar dalam mengelola keuangannya.

Baik di SDĀ Negeri 01Ā maupun 02,Ā merekaĀ mengalokasikan uang sakunyaĀ hanyaĀ untuk jajan. "BiasanyaĀ sehari bawaĀ sepuluhĀ ribuĀ habisĀ buat jajan aja," jawabĀ Arum, salah satuĀ siswa di SDĀ Negeri 02Ā Kwasen.

Dari hasil diskusiĀ bersama guru dan beberapa siswa, tim KKN-T IPBĀ masih menemukan celah ketimpangan terkait perbedaan tingkat pemahaman, keterampilan, dan perilaku dalam mengelola keuangan pada siswa-siswi di SD Negeri 01 Kwasen dan SD Negeri 02 Kwasen.

Melihat kondisi tersebut,Ā timĀ KKN-TĀ IPBĀ denganĀ percaya diriĀ mengaplikasikanĀ programĀ SIKUAT.Ā Program iniĀ dirancangĀ untuk mengikisĀ kesenjanganĀ perbedaan tingkat pemahamanĀ penglolaan keuanganĀ bagi anak sekolahĀ dasar.

SIKUAT: Si Kecil Ulet Atur Tabungan

SIKUAT adalah singkatan dari Si Kecil Ulet Atur Tabungan, yaitu program edukasi literasi keuangan yang dirancang khusus untuk siswa sekolah dasar. Program ini bertujuan untuk mengenalkan konsep dasar pengelolaan uang secara menyenangkan dan aplikatif, sesuai dengan dunia anak-anak.

Melalui kegiatan interaktif sepertiĀ pengenalan rupiah, mini kuis berkelompok, dan praktik simulasi menabung. Anak-anak jugaĀ belajar bagaimana cara membedakan kebutuhan dan keinginan, pentingnya menabung, serta bagaimana menggunakan uang secara bijak.

Penyampaian kegiatan pembelajran dalam program ini dikemas dalam pendekatan belajar sambil bermain, sehingga anak-anak bisa memahami materi tanpa merasa sedang ditekan belajar. SIKUAT mendorong anak untuk menjadi pribadi yang disiplin, bijak, dan bertanggung jawab terhadap uang saku mereka.

Kegiatan SIKUAT dilaksanakan selamaĀ satu hari penuh baik itu di SD Negeri 01 Kwasen dan SD Negeri 02 Kwasen. Program SIKUAT lebih dulu dilaksanakan di SD Negeri 02 Kwasen, yaitu pada hari Jumat, 18 Juli 2025.

Pada SD Negeri 02 Kwasen, jumlah siswaĀ yang menjadi target program SIKUAT yaitu 16 siswa yang termasuk dalam siswa kelas V. Sedangkan di SD Negeri 01 Kwasen program SIKUAT baru terlaksana pada minggu selanjutnya, yaitu pada hari Selasa, 22 Juli 2024.Ā Jumlah partisipanĀ di SD Negeri 01 Kwasen dua kali lipat lebih banyak, yaitu sebanyak 38Ā siswaĀ kelasĀ V.

ProgramĀ SIKUATĀ sendiri terbagi dalamĀ empat sesi. SesiĀ pertamaĀ dimulaiĀ dariĀ pemberianĀ materiĀ terkait pengenalanĀ rupiah, sepertiĀ fungsiĀ danĀ jenisnya.Ā Tak hanyaĀ sekedarĀ materi, siswa-siswiĀ jugaĀ diajakĀ untuk bersama-sama menyelesaikan misiĀ terkaitĀ materiĀ pengenalanĀ rupiah.

Memasuki sesi kedua, siswa-siswi diajak untuk mengidentifikasi perbedaan antara kebutuhan dan keinginan melalui materi yang disampaikan dengan metode storytelling. Lalu dilanjut pada sesi ketiga penyampaian materiĀ berupa ajakan kepada siswa siswi untuk mengelola uang sakunya dengan baik, yaitu dengan ajakan menabung.

Pada sesi keempat atau sesi terakhir terdapat perbedaan metode pembelajaran pada SD Negeri 01 Kwasen dan SD Negeri 02 Kwasen. Ketika di SD Negeri 01 Kwasen, sesi keempat diisi dengan kuis yang dikerjakan secara berkelompok sekitar 7-8 orang terkait materi yang telah disampaikan pada sesi satu hingga sesi tiga.

Hasil kuis dari sesi empat di SD Negeri 02 Kwasen sangat memuaskan, 2 dari 5 kelompok memperoleh jawaban sempurna, 2 lainnya hanya salah pada satu soal saja, dan 1 kelompok lainnya salah menjawab tiga dari sepuluh soal yang diberikan.

Sementara pada SD Negeri 02 Kwasen, sesi keempat diisi dengan praktik simulasi pengelolaan keuangan. Pada praktik ini terdapat mini bank dan minimarket.Ā Pada sesi ini tiap siswa diberikan uang kertas mainan dengan nominal Rp5000 sebanyak lima lembar dan buku tabungan. Lalu siswa diberi kebebasan dalam menggunakan uang yang telah diberikan, siswa bebas memilih untuk mengalokasikan uang tersebut untuk menabung atau untuk memenuhi kebutuhan/keinginannya.

Hasil dari sesi empat di SD Negeri 02 Kwasen ini menunjukkan bahwa 5 dari 16 anak memilih mengalokasikan lebih dari sebagian uangnya untuk ditabung.Ā Tak hanyaĀ itu,Ā dariĀ berberbagai jenisĀ kebutuhanĀ danĀ keinginanĀ yang disediakanĀ diĀ minimarket,Ā alat tulisĀ berupaĀ bukuĀ menjadiĀ barang yangĀ pertamaĀ habisĀ terjual.Ā Hal tersebutĀ menandakanĀ bahwaĀ hasilĀ pembelajaranĀ yangĀ sebelumnyaĀ sudahĀ diberikanĀ telahĀ diterapkan dengan baik.

Melalui pembelajaran dan pengamatan langsung di kelas, tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University PEKALONGANKAB14 telah mencoba memangkas kesenjanganĀ perbedaan tingkat pemahaman terkait pengelolaan keuanganĀ pada anak usia sekolah dasar di Desa Kwasen. Adanya kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah diharapkan dapat mengurangi ketimpangan literasi keuangan tanpa perlu menunggu aksi dari pemerintah.

Baik pihak SD Negeri 01 Kwasen dan SD Negeri 02 Kwasen turut menyampikan apresiasinya terhadap program SIKUAT.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KP
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.