tren keychain marmer dari sampah plastik cara mahasiswa uny ulah limbah jadi karya berpotensi cuan - News | Good News From Indonesia 2026

Tren Keychain Marmer dari Sampah Plastik: Cara Mahasiswa UNY Ubah Limbah Jadi Karya Berpotensi Cuan di Tegalsari Sleman

Tren Keychain Marmer dari Sampah Plastik: Cara Mahasiswa UNY Ubah Limbah Jadi Karya Berpotensi Cuan di Tegalsari Sleman
images info

Hasil Keychain Dari Limbah Plastik Β© Daffa Ulhaq


Gantungan kunci atau keychain kini bukan sekadar pelengkap kunci, melainkan salah satu aksesoris fashion dan barang koleksi yang sangat digandrungi anak muda. Namun, bagaimana jika keychain bermotif marmer estetik yang sedang tren ini tidak dibeli dari toko, melainkan diciptakan dari daur ulang limbah tutup botol plastik bekas melalui pendekatan ilmu biologi?

Inovasi berwawasan lingkungan inilah yang dihadirkan oleh Tasya Marlina, mahasiswa Program Studi Biologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Indri Kurniawati, S.Par., M.Sc., Tasya menerapkan pemahaman biologi lingkungan dan konservasi ekosistem melalui program bertajuk Bio-Keychain Craft dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Tegalsari, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman.

Langkah kreatif ini menjadi bukti nyata bagaimana edukasi sains dan kepedulian terhadap kelestarian bumi dapat dipadukan dengan tren kekinian. Pemanfaatan limbah plastik kaku ini hadir sebagai aksi riil dalam mengurangi beban pencemaran lingkungan sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) serta Poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

Tahukah Kawan GNFI bahwa konsep sains dan edukasi peduli lingkungan dapat disampaikan secara interaktif tanpa terkesan kaku? Mari simak kisah seru warga Dusun Tegalsari saat mengolah limbah plastik menjadi karya bernilai guna!

baca juga

Mengajak Anak-Anak Berkreasi dan Menanamkan Etika Ekologis Lewat Learning by Doing

Rangkaian kegiatan diawali dari program utama yang menyasar anak-anak usia 5–15 tahun pada Sabtu (29/8/2026). Antusiasme anak-anak di ruang pertemuan warga melonjak drastis, hingga jumlah peserta melampaui target awal dari 15 anak menjadi 21 anak. Melalui pendekatan ilmu biologi, Tasya tidak hanya mengajar ketangkasan tangan, tetapi juga mengenalkan bahaya mikroplastik bagi rantai makanan serta dampak buruk limbah plastik terdegradasi yang mencemari tanah dan perairan.

Edukasi kepedulian lingkungan ini dikemas menyenangkan melalui metode learning by doing dengan tahapan pembuatan yang ramah lingkungan:

  1. Pembersihan Limbah: Tutup botol plastik bekas dikumpulkan dari sampah rumah tangga, dicuci bersih, lalu dikeringkan.

baca juga

  • Pelelehan (Melting): Setiap anak memilih 4–6 tutup botol berwarna favorit untuk dilelehkan menggunakan setrika bermedia kertas roti (baking paper).

  • Pencampuran Corak: Dengan pendampingan ketat serta sarung tangan pelindung, lelehan plastik diaduk menggunakan sendok aluminium hingga membentuk corak gradasi unik menyerupai motif marmer.

  • Pencetakan: Plastik yang lentur dipipihkan, dicetak, dirapikan dengan pemotong (cutter), lalu dipasangi pengait gantungan kunci.

  • Melalui proses ini, anak-anak tak hanya melatih ketelitian seni dan merasa bangga memproduksi keychain estetik buatan tangan sendiri, tetapi juga belajar memandang limbah bekas bukan lagi sebagai sampah tak berguna, melainkan material yang patut dijaga dan didaur ulang.

    baca juga

    Mendorong Green Economy dan Pengelolaan Sampah Keluarga Bersama Ibu-Ibu PKK

    Melihat keseruan serta dampak positif bagi kepedulian lingkungan ini, kelompok ibu-ibu PKK Dusun Tegalsari mengusulkan pelatihan serupa sebagai program penunjang pada Jumat (4/9/2026). Sebanyak 15 peserta hadir dari target awal 10 orang. Pelatihan ini difokuskan pada pengelolaan sampah plastik berbasis rumah tangga sekaligus pengenalan peluang ekonomi hijau (green economy).

    Berbeda dengan sesi anak-anak, pelatihan bersama ibu-ibu PKK lebih menekankan pada tingkat kerapian, presisi, dan kriteria produk bernilai estetika tinggi yang layak jual. Dengan sentuhan corak marmer modern, keychain plastik daur ulang ini memiliki daya tarik visual tinggi dan sangat berpotensi dipasarkan sebagai suvenir ramah lingkungan (eco-friendly souvenir). Pelatihan ini diharapkan mampu memantik kesadaran gaya hidup berkelanjutan (sustainable living) sekaligus membuka peluang wirausaha mikro berbasis pengelolaan sampah bagi para ibu rumah tangga di Dusun Tegalsari.

    Inovasi Sederhana untuk Kelestarian Bumi

    Keberhasilan program Bio-Keychain Craft membuktikan bahwa edukasi peduli lingkungan dan penerapan ilmu biologi dapat disajikan secara aplikatif serta memberi dampak nyata. Pemanfaatan perspektif sains dan kreativitas mampu mengubah limbah plastik kaku yang tadinya mencemari lingkungan menjadi barang bernilai seni dan berpotensi secara ekonomis.

    baca juga

    Program ini tidak hanya mereduksi volume sampah plastik di tingkat rumah tangga, tetapi juga berhasil menanamkan kesadaran ekologis sejak dini bagi anak-anak serta memberdayakan warga Dusun Tegalsari secara menyeluruh. Semoga aksi hijau dari mahasiswa UNY ini dapat menginspirasi Kawan GNFI di seluruh pelosok Nusantara untuk terus berinovasi dan mengambil peran dalam menjaga kelestarian bum

    Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

    TM
    KG
    Tim Editorarrow

    Terima kasih telah membaca sampai di sini

    🚫 AdBlock Detected!
    Please disable it to support our free content.