Malam puncak perayaan HUT RI ke-81 dirayakan dengan meriah oleh masyarakat Dusun Tegalsari pada Sabtu malam dengan mengadakan seni gamelan Jathilan (22/08/2026). Kegiatan tahunan ini bukan hanya sebagai hiburan warga lokal, melainkan momentum yang pas untuk menumbuhkan ekonomi warga setempat.
Di sepanjang jalan menuju area pertunjukan Jathilan, banyak lapak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) milik warga setempat. Banyak warga lokal yang telah memiliki usaha memanfaatkan kesempatan untuk berjualan di area acara.Β
Usaha yang dimiliki biasanya berupa jajanan dan makanan untuk para pengunjung yang ingin menikmati acara. Banyak ragam jajanan yang ditawarkan, mulai dari makanan kecil seperti gorengan dan jajanan pasar, hingga makanan yang cukup mengenyangkan seperti soto, bakso, dan aneka jenis makanan angkringan. Selain makanan, ada juga berbagai jenis minuman-minuman segar bertengger di jajaran tenda.
Area berjualan warga menuju panggung Jathilan ini tertata rapi dan terstruktur sehingga para pengunjung tidak kesulitan mencari jajanan yang diinginkan, dan para pelaku UMKM dapat berinteraksi dengan pengunjung dengan leluasa. Lapak yang tertata rapi ini merupakan hasil kolaborasi partisipatif antara warga Tegalsari dan tim Kuliah Kerja Nyata Mandiri (KKN-M) dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).Β
Kolaborasi dan Pendampingan Nyata Lapangan

Berdasarkan pengamatan awal tim KKN-M UNY, usaha rumahan di Dusun Tegalsari memiliki potensi besar untuk berkembang. Banyak warga yang telah memiliki produk unggulan dan niat bisnis yang besar, namun terhalang oleh keterbatasan sarana.
Selain itu, tanpa adanya tata kelola area berjualan dengan benar akan mengakibatkan struktur area acara menjadi kurang rapi, acak, dan sulit terlihat oleh calon pembeli. Melihat momentum perayaan Agustusan yang selalu ramai, tim KKN-M UNY memberikan solusi sederhana untuk keberlangsungan acara, yaitu mengintegrasikan panggung budaya dengan bazar UMKM warga lokal.Β
Dalam mewujudkan fasilitas bazar ini, tim KKN-M UNY berperan sebagai fasilitator dan koordinator. Tahap awal tim KKN-M UNY melakukan survey terhadap jenis UMKM warga lokal guna memetakan kebutuhan penjual, mengatur tata ruang lokasi acara, dan instalasi listrik yang aman. Tim KKN-M UNY juga membantu mendirikan tenda, menata produk jualan warga lokal, hingga memasangkan banner pelaku UMKM lokal.Β
Dampak Jangka Panjang bagi Usaha Warga
Dengan adanya penataan dan pengelolaan dari tim KKN-M UNY, pelaku UMKM lokal merasa terbantu. Mulai dari produk jualan yang tertata rapi sehingga calon pembeli tidak kesulitan mencari area bazar, pencahayaan yang terang dan pembagian batas lapak yang jelas memberikan kenyamanan ekstra bagi pengunjung untuk melihat dan berinteraksi langsung dengan penjual.
Pengadaan banner sebagai identitas UMKM warga lokal juga menjadi nilai tambah sehingga calon pembeli dan pengunjung dapat mengenali produk dengan mudah. Hal ini memberikan ruang promosi untuk usaha rumahan yang sebelumnya hanya dikenal di lingkungan tetangga sekitar.Β
Dari program sederhana tersebut membuktikan bahwa penguatan ekonomi desa tidak selalu harus dimulai dari program berskala besar. Dengan memanfaatkan event budaya yang sudah rutin dan memberikan akses sarana yang rapi, daya beli masyarakat dapat tergerak secara alami.
Meski bazar ini diselenggarakan dalam rangkaian perayaan satu hari, dampak yang dirasakan Dusun Tegalsari tetap berkesan. Pengelolaan bazar yang terstruktur ini dapat dijadikan contoh yang dapat dilakukan ulang oleh pengurus warga setempat ketika ada kegiatan masyarakat kedepannya.Β
Program sederhana yang dilakukan tim KKN-M UNY dan pengurus acara di Dusun Tegalsari ini mencontohkan bentuk kolaborasi yang baik, dengan perayaan tradisi lokal bukan hanya melestarikan budaya, tapi juga sukses membangun kemandirian para pelaku UMKM di tingkat padukuhan.Β


