Ruang publik di Indonesia masih banyak menampilkan wajah pejabat dan artis, sementara ilmuwan, guru, petani, nelayan, dan pekerja yang berkontribusi bagi masyarakat jarang mendapat ruang serupa. Padahal, kisah mereka dapat menjadi pengingat tentang berbagai pekerjaan yang menopang kehidupan sehari-hari.
Sejumlah negara telah menghadirkan sosok dari berbagai profesi di ruang publik. Wichita memasang profil ilmuwan perempuan, Tiongkok memberi penghargaan kepada pekerja teladan, sementara London dan Orenburg memiliki berbagai bentuk penghormatan bagi tokoh serta pekerja berprestasi.
Gagasan ini tidak bertujuan menggantikan wajah pejabat atau artis, tetapi menambah keberagaman figur yang dikenalkan kepada masyarakat. Sekolah, kantor desa, dan ruang publik dapat memulainya dengan menampilkan foto serta kisah warga yang berjasa di bidangnya.















