Khutbah Jumat memiliki jangkauan yang luas karena setiap pekan didengarkan jutaan jemaah di Indonesia. Karena itu, seharusnya materi bisa di tambah dengan isu yang dekat dengan kehidupan, seperti krisis iklim, ekonomi, teknologi, geopolitik, dan lingkungan tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
Upaya tersebut telah dirintis Kementerian Agama melalui berbagai naskah khutbah bertema kontemporer. Sejumlah negara seperti Turki dan Malaysia juga memiliki mekanisme penyusunan materi khutbah secara terpusat.
Dengan membahas persoalan aktual dari perspektif Islam, mimbar Jumat berpeluang menjadi ruang literasi publik yang relevan. Dukungan referensi, modul, dan pelatihan bagi khatib dapat membantu menghadirkan khutbah yang lebih kontekstual, berbasis data, dan dekat dengan kehidupan jemaah.










