Pada 9—11 Oktober 2026, gelaran MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit akan digelar. Tak terasa, tahun ini akan menjadi tahun kelima bagi negara kita sebagai tuan rumah bagi ajang balap dunia terkemuka tersebut.
Untuk Kawan yang berencana terbang ke sana demi menyaksikan langsung aksi para rider yang kamu idolakan, jangan hanya berdiam di di tribun sirkuit saja. Sebab, Sirkuit Mandalika dikelilingi berbagai tempat wisata yang eksotis. Sayang apabila dilewatkan begitu saja.
Berikut adalah 6 destinasi wisata di sekitar Sirkuit Mandalika yang bisa kamu kunjungi tanpa harus menyebrang terlebih dahulu!
Pertamina Mandalika International Circuit
Tentu saja, tempat ini menjadi list pertama yang harus Kawan GNFI datangi di musim ini. Sirkuit balap internasional sepanjang 4,3 kilometer dengan 17 tikungan ini pernah disebutkan dalam akun Instagram MotoGP sebagai sirkuit tercantik di dunia.
Sirkuit Mandalika berdiri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, yang mana telah menjadi tuan rumah balapan bergengsi dunia, MotoGP 4 kali berturut-turut. Fasilitas di sana telah dibuat dengan standar internasional, untuk profesional dan tentu saja kenyamanan pengunjung.
Pantai Kuta Mandalika
Visit Indonesia menyebutkan, Pantai Kuta Mandalika mempunyai pasir putih yang teksturnya mirip dengan butiran merica. Dibuka 24 jam, memungkinkan visitor untuk melakukan banyak aktivitas di sini, termasuk kulineran dan bermain di pantai. Lokasinya menuju ke sana mudah dilalui karena jalanannya sudah memadai dan gampang ditemukan melalui peta navigasi.
Di sekitar Pantai Kuta Mandalika telah disediakan banyak fasilitas, termasuk minimarket, penginapan, hingga pusat informasi wisata bagi turis.
Agar terhindar dari efek negatif paparan sinar matahari yang menyengat, disarankan untuk menggunakan topi dan sunscreen.
Pantai Seger
Pantai Seger dikenal masyarakat oleh kaitannya dengan cerita rakyat Putri Mandalika dan tradisi tahunannya, Festival Bau Nyale (menangkap cacing laut) di bulan tertentu. Di sini, Kawan bisa menikmati keindahan biru airnya yang jernih dan pasir putihnya.
Menurut sejumlah sumber, area tengah pantai ombaknya besar dan sering dimanfaatkan untuk olahraga selancar. Maka dari itu, bila Kawan berminat untuk berkunjung ke sini, pilihlah sisi pantai yang ombaknya tenang untuk keamanan.
Sebagai informasi, rute Pantai Seger bisa dijangkau melalui perjalanan darat dari Bandara Internasional Lombok dan berjarak beberapa kilometer dari Sirkuit Mandalika.
Pantai Tanjung Aan
Mau melakukan olahraga kano, snorkeling, atau hanya berdiam menikmati keindahan alam? Kawan bisa melakukan semuanya ketika di Pantai Tanjung Aan. Melansir dari Injourney, pengunjung biasanya mendapatkan pemandangan yang romantis di sana manakala matahari telah terbenam.
Pantai Tanjung Aan buka 24 jam dengan kemungkinan biaya parkir. Letaknya masih satu kecamatan dengan Pantai Seger.
Bukit Merese
Kawan ingin menyingkapi indahnya pemandangan landscape laut dari ketinggian? Datanglah ke Bukit Merese yang berlokasi di Bumbang, Kecamatan Pujut. Pemandangan yang luas nan eksotis bisa menunggumu saat sampai di puncak. Namun, sebagai catatan, seperti yang disebutkan dalam Go Mandalika, rute hiking-nya bisa melelahkan. Karena itu, disarankan untuk memilih pakaian dan alas kaki yang nyaman, serta membawa minum yang cukup.
Meskipun tidak dikenai biaya masuk, tetapi bisa saja Kawan tetap perlu mengeluarkan uang untuk parkir kendaraan. Jangan lupa, jaga kebersihan selama berada di sana, ya!
Desa Adat Sade

Astari28/ Wikimedia Commons
Dikenal juga sebagai Sade Village, dusun ini dihuni masyarakat dari suku Sasak. Hingga kini, mereka masih berprinsip kuat pada kehidupan yang hormat pada leluhur dan selaras dengan alam.
Di dusun ini, pengunjung dapat menyaksikan langsung pembuatan tenun kain tradisional Sasak yang berwarna-warni atau melihat rumah-rumahnya yang beratap segitiga nan unik.
Selama berkeliling di sini, senantiasa jaga etika bertamu ya, Kawan!
Nah, deretan destinasi tadi membuktikan bahwa liburan menonton MotoGP di Mandalika bisa dikemas menjadi to-do-list yang lengkap. Mulai dari seru-seruan di lintasan balap, bersantap kuliner, berwisata alam, hingga memperkaya wawasan budaya. Yuk, siapkan ranselmu dan sampai jumpa di Lombok!

