berawang tasik telaga teduh di tengah rimbunnya pinus gayo lues - News | Good News From Indonesia 2026

Berawang Tasik, Telaga Teduh di Tengah Rimbunnya Pinus Gayo Lues

Berawang Tasik, Telaga Teduh di Tengah Rimbunnya Pinus Gayo Lues
images info

Berawang Tasik, Telaga Teduh di Tengah Rimbunnya Pinus Gayo Lues | Dokumen Pribadi


Apa yang terlintas ketika membayangkan sebuah tempat untuk melepas penat di Gayo Lues? TidakΒ harus perjalanan jauh atau destinasi dengan berbagai wahana. Di tengah kesejukan pegunungan, ada sebuah tempat yang menawarkan suasana sederhana: hamparan air yang tenang, pepohonan pinus yang mengelilinginya, serta udara sejuk yang membuat siapa pun betah berlama-lama.

Tempat itu adalah Berawang Tasik, objek wisata yang berada di Desa Peparik Gaib, Kecamatan Blangjerango, Kabupaten Gayo Lues. Dalam beberapa waktu terakhir, kawasan ini kembali ramai dikunjungi. Rombongan keluarga, anak-anak, hingga pemuda dan masyarakat dari berbagai daerah datang untuk menghabiskan waktu, terutama pada akhir pekan dan hari libur.

Daya tarik utamanya sederhana, tetapi justru di situlah pesonanya. Sebuah telaga berada di kawasan yang dikelilingi pepohonan pinus. Pada pagi hari, udara terasa sejuk dengan embun yang menyelimuti kawasan sekitar. Sementara ketika sore menjelang, suasana berubah menjadi lebih tenang dengan pemandangan senja yang menjadi momen menarik untuk dinikmati.

Bagi Kawan GNFI yang sedang mencari tempat wisata alam yang tidak terlalu jauh dari pusat Blangkejeren, Berawang Tasik dapat menjadi salah satu pilihan. Namun, sebelum berkunjung, ada beberapa hal menarik yang perlu diketahui tentang tempat ini.

baca juga

Berawang Tasik atau Blang Tasik?

Jika berbicara tentang tempat ini kepada masyarakat, mungkin Kawan GNFI akan menemukan dua penyebutan yang berbeda. Ada yang menyebutnya Berawang Tasik, ada pula yang menyebut Blang Tasik.

Penyebutan tersebut menarik jika dilihat dari bahasa Gayo. Kata blang merujuk pada lapangan atau hamparan yang luas. Kata ini juga cukup banyak ditemukan dalam penamaan wilayah di Gayo Lues seperti Blangkejeren, Blangpegayon, dan Blangjerango. Sejumlah desa di Gayo Lues juga menggunakan kata tersebut, seperti Blangbengkik, Blang Kuncir, dan Blang Temung.

Sementara itu, kata berawang dalam penggunaan bahasa Gayo merujuk pada danau atau genangan air alami. Jika melihat karakter kawasan wisata ini yang memiliki telaga di tengah lingkungan hutan pinus, penyebutan Berawang Tasik pun menjadi cukup familiar di tengah masyarakat.

Lantas, mana nama yang tercatat secara resmi?

baca juga

Jika merujuk pada dokumen pemerintah daerah, nama yang digunakan adalah Berawang Tasik. Nama tersebut tercantum dalam Qanun Kabupaten Gayo Lues Nomor 5 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Gayo Lues Tahun 2024–2044. Dalam Pasal 32 huruf t, Berawang Tasik tercatat dalam kawasan pariwisata Kabupaten Gayo Lues.

Dengan demikian, Berawang Tasik bukan sekadar nama yang muncul dalam percakapan masyarakat atau media sosial, tetapi tercatat dalam dokumen resmi.

Tak Jauh dari Blangkejeren

Salah satu hal yang membuat Berawang Tasik cukup mudah dikunjungi adalah lokasinya yang tidak terlalu jauh dari pusat Kabupaten Gayo Lues. Dari pusat Kota Blangkejeren, perjalanan dapat ditempuh dalam waktu 20 hingga 25 menit. Jarak tersebut cukup cocok bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana alam tanpa harus menempuh perjalanan panjang.

Setibanya di lokasi, pengunjung dapat memarkirkan kendaraan dengan biaya tertentu. Untuk kendaraan roda dua, biaya parkir sekitar Rp5.000, sedangkan kendaraan roda empat berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000.

baca juga

Bagi pengunjung yang ingin menikmati telaga dari atas air, tersedia aktivitas menaiki perahu karet atau perahu bermesin. Biayanya Rp10.000 hingga Rp15.000 per orang.

Dengan waktu perjalanan yang relatif singkat dan pilihan aktivitas yang sederhana, Berawang Tasik menjadi salah satu tempat yang cukup mudah dimasukkan ke dalam agenda liburan singkat, terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar Blangkejeren.

Menikmati Pagi yang Berembun hingga Senja

Pagi hari menjadi salah satu momen yang menarik. Udara pegunungan yang sejuk berpadu dengan embun yang masih terasa di sekitar kawasan. Pepohonan pinus yang mengelilingi telaga semakin memperkuat kesan alami tempat ini.

Sekalipun jarang yang berkunjung ke Berawang Tasik pada pagi hari. Namun,Β beberapa masyarakat khususnya pemuda desa setempat sering melakukan aktivitas di sekitaran lokasi wisata seperti jogging atau sekadar duduk menikmati udara pagi.

baca juga

Berbeda ketika hari mulai sore yang sudah mulai banyak pengunjung, suasananya kembali berubah. Cahaya matahari yang perlahan merendah menghadirkan nuansa senja di sekitar telaga dan pepohonan pinus. Momen tersebut tentu menjadi salah satu waktu yang sayang dilewatkan, terutama bagi pengunjung yang gemar mengabadikan perjalanan melalui foto.

Tempat Bersantai bersama Keluarga

Keramaian Berawang Tasik pada akhir pekan juga tidak terlepas dari karakter tempatnya yang cukup cocok untuk dikunjungi bersama keluarga. Anak-anak dapat menikmati kawasan terbuka, sementara orang tua bisa bersantai sembari menikmati pemandangan telaga dan pepohonan di sekitarnya. Kelompok anak muda pun kerap menjadikan tempat ini sebagai lokasi berkumpul dan menghabiskan waktu bersama.

Keberadaan aktivitas wisata air turut memberikan pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana telaga dari jarak yang berbeda. Meskipun sederhana, aktivitas tersebut menjadi bagian dari pengalaman berwisata yang dapat dinikmati bersama.

Tempat ini memberikan ruang bagi pengunjung untuk sejenak menjauh dari rutinitas dan menikmati waktu bersama orang-orang terdekat.

baca juga

Potensi yang Masih Bisa Dikembangkan

Di balik ramainya kunjungan masyarakat, Berawang Tasik masih memiliki ruang untuk dikembangkan. Potensinya tidak hanya sebagai tempat rekreasi masyarakat lokal, tetapi juga sebagai salah satu destinasi wisata alam yang dapat lebih dikenal oleh masyarakat dari luar Gayo Lues.

Promosi menjadi salah satu hal yang dapat terus ditingkatkan. Di tengah kebiasaan masyarakat mencari informasi wisata melalui media sosial, dokumentasi mengenai keindahan Berawang Tasik dapat menjadi cara untuk memperkenalkan tempat ini kepada lebih banyak orang.

Pengembangan fasilitas juga dapat menjadi bagian penting dari pengelolaan wisata. Kebersihan kawasan, tempat duduk, toilet, area parkir, papan informasi, serta fasilitas pendukung lainnya perlu mendapat perhatian agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga.

Yang tidak kalah penting adalah menjaga karakter alami Berawang Tasik. Pengembangan wisata tidak harus selalu berarti menambah banyak bangunan atau wahana.

baca juga

Justru suasana telaga dan rimbunnya pepohonan pinus merupakan bagian dari daya tarik yang membuat tempat ini berbeda. Dengan begitu, Berawang Tasik dapat berkembang tanpa kehilangan suasana alam yang menjadi kekuatannya.

Menikmati Sederhananya Berawang Tasik

Gayo Lues punya destinasi alam dengan karakter yang beragam. Ada pegunungan, air terjun, sungai, lembah, hingga kawasan hutan yang menawarkan panorama khas dataran tinggi. Berawang Tasik hadir dengan daya tarik yang lebih sederhana, sebuah telaga yang dikelilingi pinus, udara sejuk, embun pada pagi hari, dan senja yang dapat dinikmati tanpa harus pergi terlalu jauh dari Blangkejeren.

Bagi pengunjung yang datang untuk menikmati waktu bersama keluarga, berkumpul dengan teman, atau sekadar mencari udara segar, Berawang Tasik dapat menjadi tempat untuk memperlambat langkah sejenak. Cukup dengan udara yang sejuk, pemandangan yang menenangkan, dan waktu yang dihabiskan bersama orang-orang terdekat.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.